PERTEMUAN RUTIN

PERTEMUAN DENGAN PEMBINA KABUPATEN KOTA

SOSIALISASI E-KTP

MEMBANTU MENYAMPAIKAN TENTANG E-KTP

SOSIALISASI POSYANDU

IBU-IBU MENGHADIRI ACARA POSYANDU

PEMBUATAN KUE

PRAKTEK PEMBUATAN KUE

PELATIHAN PEMBUATAN KUE

PENGARAHAN SEBELUM MEMBUAT KUE

Wednesday, November 8, 2017

MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN DESA NGUNUT TAHUN 2018

Bertempat di gedung Darussalam Balai Desa Ngunut pada hari ini Selasa 7 Nopember 2017 berlangsung rapat yang akan memutuskan rencana pembangunan di desa Ngunut untuk tahun anggaran 2018 mendatang.Hal itu sesuai dengan tahapan pemerintahan desa,meskipun waktu pelaksanaanya sudah mundur.


Dihadiri BPD,LPMD,KETUA RT DAN RW,PERANGKAT DESA dan beberapa tokoh masyarakat,acara dibuka oleh bapak Hari Sumarsono selaku kepala desa.Dalam sambutanya beliau mengharapkan peranserta seluruh masyarakat dalam pembangunan desa,terutama gotongroyong yang sudah menjadi tradisi nenek moyang yang masih perlu dilestariakn.

Dipandu oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku PJ SEKDES Ngunut,penentuan titik yang diusulkan untuk dibangun pada tahun mendatang berdasarkan usulan dari yang hadir dan disesuaikan dengan RPJMDes yang ada disepakati bersama dan dijadikan dokumen rencana pembangunan desa Ngunut untuk tahun 2018.Dengan pertimbangan kebutuhan dan keinginan warga dimasukkan pula pembangunan non fisik atau pemberdayaan yang akan dilaksanakan oleh ibu PKK.




Monday, October 16, 2017

Konferensi NU Ranting Ngunut

Minggu tanggal 15 Oktober 2017 M bertepatan dengan 25 Muharram 1439 H,NU ranting Ngunut Babadan Ponorogo menyelenggarakan Konferensi Ranting untuk pemilihan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah masa bakti 2017-2022.Bertempat di MI Maarif Al Islamiyah Selorejo Ngunut 3,acara ini berlangsung khidmat dan tertib.Seluruh kursi yang tersedia nyaris terpakai semua,yang artinya antusias dan militansi tinggi ditunjukkan oleh warga NU di lingkungan ranting Ngunut ini demi suksesnya acara konferensi kali ini.Tamu undangan terdiri dari Pengurus PCNU Ponorogo,MWC NU Ponorogo,banom-banom NU di lingkungan ranting Ngunut,juga anak ranting dari 4 dusun yang ada,semua nampak hadir di lokasi acara.

Turut hadir dalam acara pagi ini,Kepala Desa Ngunut Bapak Hari Sumarsono beserta jajarannya,Kyai Abdurrahim,Kyai Romdhoni Fahrur dari MWC NU Babadan,dan tokoh-tokoh masyarakat desa Ngunut.Lelah panitia penyelenggara terbayar lunas dengan sukses dan meriahnya acara.Alhamdulillah.

Sebagai salah satu badan otonom NU,PR GP Ansor Ngunut juga dilibatkan dalam rangka mensukseskan jalannya acara.Mulai dari persiapan,pemasangan atribut,hingga pengamanan pada hari H.Pada kesempatan ini,PR GP Ansor menurunkan 6 anggota Banser untuk mengawal dan mengamankan jalannya acara.Ngiras pantes sebagai show of force Banser Satkorkel Ranting Ngunut kepada khalayak umum dan warga NU.Dari 6 anggota yang diturunkan,5 orang merupakan anggota baru yang belum lama ini mengikuti pelatihan,dan 1 orang lagi merupakan Banser senior di wilayah Ancab Babadan,yakni Bapak Tri Saptono.Seorang Banser senior yang patut menjadi teladan bagi Banser-Banser junior atas dedikasi dan militansinya yang seakan tanpa batas.Pun,begitu pula dengan semua panitia pelaksana yang merupakan pengurus harian periode sebelumnya,menunjukkan kepada kami betapa antusias dan semangat beliau-beliau harus kami resap sebagai pembelajaran yang luar biasa.

Pada kesempatan ini,sahabat Adib Rosyidi  dan sahabat Budiono,anggota sekaligus pengurus harian PR GP Ansor Ngunut,membuka stan penjualan buku-buku,kitab,sarung,tasbih,minyak wangi dan kopyah dengan mengatasnamakan PR GP Ansor Ranting Ngunut.Semoga kedepannya bisa menjadi cikal bakal unit usaha ekonomi milik ranting GP Ansor.Alhamdulillah meski sedikit mendadak dalam hal persiapan,disambut antusias oleh peserta konferensi dengan cukup banyaknya item yang terjual.Semoga barokah.

Acara pada hari ini selesai sekitar pukul 12:30 WIB.Terpilih sebagai Rois Syuriah yakni Bapak Muh.Tasrif,M.Ag,seorang kyai muda menantu Bapak Ansor M.Rusydi,S.Ag,M.Ag (Ketua MUI Ponorogo),dan sebagai Ketua Tanfidziyah Bapak H.Miswan.Selamat kami ucapkan kepada Bapak Tasrif dan Bapak Miswan,kami PR GP Ansor Ranting Ngunut selaku anak-anak bapak akan selalu mendukung khidmad anda berdua dalam berjuang untuk Nahdlatul Ulama,jam’iyyah yang kita junjung dan banggakan ini.Selamat berjuang….


Berikut foto-foto kegiatan yang berhasil diabadikan dengan apik oleh sahabat Tony Hamidi,anggota Banser  Satkorkel Ngunut:






Sumber Artikel dari : GP Ansor Ngunut


Thursday, September 7, 2017

Bakti Sosial Qurban GP ANSOR NGUNUT Tahun 2017 Di Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun.

Alhamdulillah,even tahunan Bakti Sosial Qurban GP Ansor Ranting Ngunut telah sukses diselenggarakan pada tanggal 2-3 September 2017 kemarin.Bertempat di salah satu dusun paling selatan di Kabupaten Ponorogo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan.Yakni, di Lingkungan Sunduk,Dusun Bendo,Desa Baosan Kidul,Kecamatan Ngrayun.Meski dengan waktu persiapan yang sangat singkat,tidak menghalangi antusias dan militansi anggota panitia untuk turut serta bahu membahu mensukseskan agenda acara tahunan ini.




Acara bakti sosial ini,pada dasarnya adalah sarana untuk  berbagi kepada saudara muslim yang selama ini belum pernah/jarang sekali melakukan ritual qurban di daerah pinggiran Kabupaten Ponorogo.Diharapkan,esensi makna berqurban dapat sepenuhnya dihayati oleh masyarakat setempat dan lebih bisa membudaya disana.Serta dapat berimbas kepada rombongan dari desa Ngunut untuk lebih mengerti makna bersyukur,berbagi,empati,dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Seperti tahun-tahun sebelumnya,meski acara ini digagas oleh GP Ansor Ranting Ngunut,namun pada teknis pelaksanaanya melibatkan atau bekerja sama dengan berbagai Badan Otonom NU lainnya.Mulai dari unsur NU ranting,Fatayat,Muslimat,IPNU,IPPNU,LDNU,LP Ma'arif,dan lain sebagainya.Sinergitas antar lembaga dibawah naungan NU ini,merupakan faktor utama penentu keberhasilan dan kesuksesan acara bakti sosial ini.Pun,giat aksi cepat GP Ansor Ranting Baosan Kidul dan tim panitia lokal juga sangat membantu kami dalam hal penetapan lokasi dan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan penyembelihan hewan qurban serta penyaluran daging qurban kepada masyarakat.



Rangkaian acara bakti sosial ini,dikemas dengan melibatkan masyarakat setempat.Dimulai dengan acara ramah tamah dan tahlil dengan warga sekitar pada malam hari.Kemudian keesokan harinya acara penyembelihan hewan qurban dirangkai dengan pengajian keagamaan sebelum daging qurban dibagikan.



Terlepas dari hal-hal teknis,pelaksanaan acara ini sama sekali tidak mungkin sesuai dengan ekspektasi panitia jika tanpa adanya kontribusi langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak.Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Pemerintah Desa Ngunut,jajaran Muspika Kecamatan Ngrayun,Pemerintah Desa Baosan Kidul,segenap donatur,simpatisan,dan semua pihak yang membantu jalannya acara bakti sosial ini.Jazakumullah ahsanal jaza...Aamiin.



Terakhir,berbagai masukan,kritik yang membangun,dan koreksi yang kami terima semoga menjadi sarana muhasabah kami dalam melakukan perbaikan-perbaikan agar acara ini menjadi semakin lebih baik lagi untuk periode-periode yang akan datang.
Video kegiatan diatas,dapat dilihat di channel Youtube kami,klik link dibawah ini.

Friday, July 14, 2017

SEJARAH MADRASAH DINIYAH SYUHADA

(JANGAN DIBACA!!!!!!!Sampai kapanpun,pelajaran sejarah tidak pernah menarik bagi pembacanya.Yang menarik itu tetaplah berita hoax dengan judul yang bombastis&sensasional.Semoga kita dijauhkan dari kedunguan berpikiran seperti itu…kecuali jika memang dungu adalah sebagai jalan hidup,itu urusan anda…)
Seingat saya,dulu biaya untuk mengikuti pelajaran selama satu bulan penuh,Madrasah Diniyah Syuhada (madrasah dimana saya pernah belajar) termasuk yang paling murah.Setidaknya itu menurut pandangan saya pribadi.Soalnya apa,saya yang terlahir dari orangtua berpendapatan rendah,masih sangat mampu membayar SPP tiap bulan disana meski terkadang telat bayar.Qiqiqiqi.Lucunya,tolok ukur penentuan besaran SPP di ukur dari kemampuan orangtua murid yang kurang mampu,selanjutnya dipukul rata biayanya sama untuksemuanya.Entah itu bagi orangtua murid yang mampu atau sangat mampu sekalipun.Pernah suatu kali bapak saya menemui wali kelas saya untuk membayarkan SPP untuk 6 bulan sekaligus.Bayangkan,hanya 30 ribu bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar selama setengah tahun.Nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan?hahahaha.
SPP tiap bulan itu kalau tak salah ingat,biasa disebut sebagai “pethok”.Kalau dihitung sebagai bisnis,saya rasa madrasah ini sering ruginya dan tidak pernah untung.Untuk uang SPP yang hanya 5000 rupiah saja,seringkali masih di’’semayani’’.Ibaratnya,kalau dibayar ya syukur,kalau tidak ya tidak apa-apa.Teman saya ketika ditanya kapan bayar SPP,bahkan jawabnya malah begini:”Masih mau jual ayam dulu bu…!wkwkwkwkwkwk.Tidak pernah ada cerita murid tidak bisa mengikuti ujian caturwulan karena menunggak bayaran SPP.Sama sekali berbeda dengan kebanyakan potret pendidikan di negeri ini belakangan ini.Sekolah kerapkali sudah seperti bisnis yang berorientasi pada laba semata.Pengabdian untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa tercoreng oleh umumnya ulah oknum di lembaga-lembaga pendidikan.Maaf,bukan maksud saya memukul rata semua lembaga pendidikan di negeri ini begini dan begini,hanya saja saya miris menyaksikan banyak orangtua kalangan ekonomi rendah musti bersusah payah demi bayaran sekolah yang kian melangit,banyak anak di negeri ini yang tak bisa mengenyam pendidikan tinggi karena terbentur masalah biaya,serta masih banyak lagi potret-potret miris lainnya.Saya sering berkhayal,betapa beruntungnya anak-anak negeri ini seandainya sekolah-sekolah di negeri ini sama dengan madrasah diniyah saya dulu.Sekolah murah meriah bahkan gratis untuk semua.Saya tahu khayalan saya terlalu tinggi,namun nyatanya di negeri ini sudah banyak contoh dan bukti otentik yang bisa dijadikan referensi,banyak lembaga pendidikan yang menggratiskan biaya pendidikan tanpa menarik pungutan apapun sampai lulus.
Saya pernah menemukan sebuah tulisan di komputer madrasah tempat saya mengajar,tulisan itu adalah rangkuman hasil wawancara teman saya ketika masa kuliah dulu.Dalam hati saya bertanya,sejarah sepenting ini apakah setiap orang di desa ini mengetahuinya?Sejarah tentang madrasah diniyah yang legendaris,dituturkan langsung dari saksi hidup dan pelaku-pelaku sejarahnya sendiri.Sejarah Madrasah Diniyah Syuhada.Terima kasih Mas Muhammad Trihan,M.PdI.
Madrasah Diniyah Syuhada’ merupakan salah satu madrasah yang berdiri sebelum masa kemerdekaan Indonesia,tepatnya pada masa penjajahan Belanda. Madrasah ini berdiri sekitar tahun 1929-an. Didirikan oleh seorang tokoh agama yang termasyhur waktu itu.Beliau adalah orang yang pertama kali menjabat sebagai ketua Nahdlatul Ulama’ Desa Ngunut yang merupakan satu-satunya cabang Nahdlatul Ulama’ (NU) yang ada di Kabupaten Ponorogo ketika itu. Beliau bernama KH. Sholeh.Pemikiran untuk mendirikan Madrasah Diniyah ini dipengaruhi oleh keinginan besar beliau untuk mencerdaskan masyarakat pada waktu itu terutama dalam pendidikan agama Islam.Beliau merasa bahwa masyarakat Ngunut khususnya dan daerah sekitar Ngunut pada umumnya masih minim pendidikan agama Islam.Selain faktor tadi masih ada faktor lain yang menyebabkan beliau mendirikan madrasah ini,yakni beliau merasa bahwa madrasah yang telah ada lebih dahulu di Desa Ngunut tidak sesuai dengan pemahaman beliau sebagai warga Nahdliyin.Maka,dengan kedua alasan tersebutlah beliau mendirikan Madrasah Diniyah Syuhada.Pada awal berdirinya,madrasah ini bukan bernama Madrasah Diniyah Syuhada,melainkan ”Sekolah Arab” kemudian berubah menjadi ”Sekolah Sore” dan pada tahun 1977 baru menjadi ”Madrasah Diniyah Syuhada”.Sebagai informasi,madrasah yang telah lebih dahulu ada itu adalah madrasah yang didirikan oleh Jama’ah Muhammadiyah sekitar tahun 1928 yang sebelumnya merupakan bekas pondok pesantren. Dan pada masa sekarang ini selain sebagai madrasah diniyah juga menjadi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 3 Ngunut.
Pada masa awal berdirinya, madrasah diniyah ini menempati kediaman tokoh pendirinya dan dikepalai langsung oleh beliau (KH. Sholeh) dengan dibantu oleh tiga orang guru.Pertama adalah Bapak Kyai Syarqawi.Beliau merupakan guru bantu yang berasal dari Madrasah Diniyah Sultan Agung Ponorogo.Kedua adalah Bapak Kyai Mahfudz dari Nglambong Badegan Ponorogo, dan yang ketiga adalah Bapak Kyai Bashir dari Cekok Babadan Ponorogo.Pada masa itu,setelah berdiri Madrasah Diniyah Syuhada,praktis ada 3 madrasah di Ponorogo.Urutanya,madrasah yang pertama ada di Kabupaten Ponorogo adalah Madrasah Diniyah Sultan Agung,lalu disusul oleh Madrasah Diniyah Muhammadiyah Ngunut kemudian baru Madrasah Diniyah Syuhada’ Ngunut.
Proses pendidikan cikal bakal Madrasah Diniyah Syuhada dilakukan pada sore hari dimulai pukul 14.30 WIB dan diakhiri pukul 16.30 WIB dengan jumlah kelas sebanyak 3 kelas.Pelajaran yang diberikan diantaranya:Baca tulis huruf arab (Al-Qur’an),Nahwu, Shorof, Tajwid, Tauhid dan lain sebagainya. Semuanya menggunakan kitab-kitab kuning yang notabenenya bertuliskan huruf arab.Oleh karena setiap pelajarannya menggunakan tulisan arab maka kemudian terkenal dengan sebutan ”Sekolah Arab”.
Selang beberapa tahun kemudian tempat kediaman KH. Sholeh sudah tidak sanggup lagi menampung jumlah murid yang bersekolah di madrasah itu.Selanjutnya,kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bangunan baru yang berada di sebelah timur rumah beliau yang kini berubah fungsi menjadi TK Muslimat Ngunut II Ponorogo.Selang beberapa tahun kemudian pindah lagi dan menjadi satu tempat dengan SR ( Sekolah Rakyat )yang sekarang menjadi kediaman Bapak Agung Subagyo.Tak lama setelah itu,tepatnya pada tahun 1959 pindah lagi ke bangunan baru yakni di sebelah barat bangunan sebelumnya(kini telah berubah fungsi menjadi SMP Ma’arif 3 Ponorogo).Baru pada tahun 1967 pindah ke bangunan baru yang berada tepat di depan Masjid Syuhada’ hingga sekarang. Pada masa itu jumlah muridnya mencapai 200 lebih.
Selang beberapa tahun setelah berdiri,madrasah ini ditinggal oleh pendirinya.KH Sholeh meninggal dunia.Kepengurusan madrasah diambil alih oleh anak-anak beliau yang sekaligus menjadi donatur tetap madrasah.Pada waktu KH. Sholeh masih hidup,semua keperluan rumah tangga madrasah ditanggung oleh beliau.Mulai sarana dan prasarana bahkan gaji para guru yang mengajar pun ditanggung sendiri oleh beliau.Setelah beliau wafat maka anak-anak beliaulah yang menjadi donatur tetap.Diantaranya adalah H.Khudlori, H.Badri, H.Syakur,dan H. Bashori serta H.Nahrowi.H.Nahrowi ini bukan anak dari KH.Sholeh namun masih kerabat dekat beliau.Pada masa ini guru pengajarnya berganti semua. Hal ini disebabkan karena guru pengajar sebelumnya mempunyai kepentingan dan kesibukan masing-masing yang tidak mungkin untuk ditinggalkan.Guru pengajar penggantinya adalah:pertama Kyai Adnan, kedua Kyai Masykur, dan yang ketiga Kyai Hamidi.Kepala madrasah pengganti KH Sholeh adalah Kyai Masykur.Selang beberapa tahun kemudian,Kyai Masykur meninggal dunia dan kepemimpinan madrasah dilanjutkan oleh Kyai Adnan.Pengganti beliau(Kyai Masykur) sebagai guru pengajar adalah Bapak Pandi.Menilik sejarahnya,meskipun madrasah diniyah ini sering berganti pemimpin atau kepala, hal ini tidak mempengaruhi kwalitas dan kwantitasnya. Bahkan dari segi siswanya semakin lama semakin bertambah.
Berikut ini nama Kepala Madrasah dari periode ke periode.Mohon maaf,karena keterbatasan data dan informasi,maka pada periode tahun berapa sampai berapa tidak dapat saya sampaikan secara spesifik.Masih perlu penelitian lebih mendalam lagi.Menurut teman saya,urutan dan nama kepala madrasah ini didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber.Yakni,Ibu Hj.Wafiroh Dardiri,Bapak Syamsul Fata,Bapak Nahrowi(guru madrasah yang saya tulis di postingan kemarin),serta Bapak Kyai Adnan pada medio 2-5 Januari 2008.
Urutan nama kepala madrasah berikut periodenya pada tahun 1929-2017(sekarang)
1.KH.Sholeh(1929)
2.KH.Masykur
3.Kyai Adnan
4.Bapak Mulyoto
5.Kyai Mustaqim
6.Bapak Kadik
7.Bapak Imam Baiquni
8.Bapak Jamzuri
9.Bapak Mahfudz
10.Bapak Muhyidin Syam
11.Bapak kurdi
12.Bapak Topiyanto
13.Bapak Muhidin
14.Bapak Ma’ruf
15.Bapak Qomarudin
16.Bapak Wandi
17.Bapak Ruslan
18.Bapak Agus Nurhadi
19.Bapak Ahmad Thohari (sampai sekarang /2017 ini)
Ketika saya mengenyam pendidikan di madrasah ini belasan tahun lalu,jumlah murid di madrasah ini masih terhitung banyak.Mencapai ratusan yang jelas.Kepala madrasahnya adalah Bapak Ruslan,baru ketika saya duduk di bangku kelas 1B atau kelas 2 saya lupa,kepala madrasahnya berganti Bapak Ahmad Thohari yang masih menjabat hingga hari ini.Jumlah kelasnya ada 7 kelas.Sehingga,untuk menamatkan pendidikan di madrasah ini,memerlukan waktu 7 tahun.Jika disamakan dengan sekolah formal pagi,mulai mengenyam pendidikan dari kelas 2 SD,dan baru ketika kelas 2 SMP bisa lulus madrasah diniyah.Hal ini karena kelas 1 dibagi menjadi 2,kelas 1A istilahnya sebagai pra SD,dan kelas 1B sebagai kelas 1 SD(lanjutan),sehingga total menjadi 7 kelas yang diselesaikan dalam kurun waktu 7 tahun.Bayangkan,bagaimana sekolah tingkatan Awaliyah(SD) harus ditempuh selama 7 tahun.Praktis,hanya beberapa yang sanggup bertahan sampai di wisuda.Seangkatan saya,hanya ada 8 batang hidung.Diantara mereka,ada yang saya tag di postingan ini.Namun,setidaknya meski banyak yang gugur sebelum lulus karena berbagai hal,kami semua adalah generasi yang pernah sekolah di madrasah diniyah.Saya haqqul yaqin,doa,restu dan barokah bapak ibu guru kami masih mengiringi langkah kami semua.Kami yang sekarang,menjadi seperti ini adalah juga karena didikan beliau-beliau di madrasah.Seberapapun nganunya kami,kalau hanya perkara baca Qur’an dan membaca tulisan pegon,hmmm...bisa lah meskipun kadang sok ”grothal-grathul”.hahahahahaha...
Sebagai tambahan:
Nama Madrasah Diniyah Syuhada’ itu diambil dari nama jalan dimana madrasah ini beralamat,yakni di Jl.Syuhada. Asal usul pemberian nama Jalan Syuhada’ ini sendiri,ada 2 redaksi.Versi Pertama menurut Kyai Adnan(mantan kepala Madrasah Diniyah Syuhada,sedang versi Kedua menurut KH.Ahmad Dardiri(mantan Rois Syuriyah PCNU Ponorogo,menantu KH Masykur)
Versi Pertama:Berawal dari percakapan Bapak Mad Kailan(Mertua Kyai Zaenuri Nawawi/Imam Mushala Al Kholil Ngunut) bersama beberapa orang diantaranya adalah Bapak Kyai Adnan di serambi Masjid Syuhada’. Beliau mengatakan:”Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Quraisy-nya Ponorogo adalah Ngunut, orang Ngunut itu dimanapun berada tidak mau kalah dan ingin selalu menang dan kenyataannya memang selalu menang. Dan selalu bersemboyan bahwa menang kalah mati syahid, Ya enaknya jalan ini bernama jalan Syuhada’ saja” .Mulai saat itu nama jalan utama Desa Ngunut ini adalah Jl.Syuhada’ sampai sekarang.
Versi Kedua:Pada zaman pemberontakan PKI,hanya ada satu desa di Ponorogo yang belum dapat dikuasai oleh PKI.Suatu hari ada perang terbuka antara warga Desa Ngunut yang berjaga melawan orang-orang PKI yang menyerang dari arah utara yakni dari Beji Polorejo.Peperangan yang tidak seimbang,senjata seadanya berhadapan dengan beberapa senjata bedil terjadi di belakang rumah Alm.Bapak Topiyanto(timur SMP Ma’arif 3).Namun,akhirnya perang di menangkan oleh warga Desa Ngunut.Karena ada banyak warga yang tewas pada kejadian itu,mati syahid karena memperjuangkan wilayahnya,sebagai penghargaan jalan utama desa dinamakan sebagai Jl.Syuhada’.
Wallohu a’lam...
Sekian tulisan yang agak panjang ini,semoga bisa menambah wawasan kita semua dan tentunya pasti capek sekali bacanya.Saya maklum,anak kecil itu memang lebih suka mendengar dongeng daripada disuruh membaca sendiri kok.Anak kecil itu kan manja...qiqiqiqiqi
~Yakin,masih berpikiran jika madrasah diniyah tidak lebih dari sekedar lembaga kursus?
~Yakin,masih berpikiran tidak ada gunanya sekolah di madrasah diniyah?
NB:Karena menyangkut sejarah yang disampaikan secara lisan,mohon maaf jika ada penulisan nama dan gelar yang salah.Mohon koreksi dan kerjasamanya.
Foto ini bukan foto Madrasah Diniyah Syuhada,tp masih merupakan bagian dari sejarah yang ditulis diatas.Jangan diprotes.  
Foto Eryck Sardulo Nendero.

Ponorogo,Rabu Pon 12 Juli 2017
Selesai ditulis pada pukul 23:00 WIB

Sumber Dari Akun Facebook : 
Eryck Sardulo Nendero

Tuesday, April 11, 2017

Tinjauan Tim KIM Batoro Katong

7 hari pasca bencana longsor di Desa Banaran Pulung Ponorogo.Setelah terjadi Longsor Susulan pada tanggal 9 April Kemarin, Hari ini Tim KIM Batoro Katong Meninjau Lokasi bencana longsor.
Proses Evakuasi dihentikan dan semua alat berat beserta tim SAR sudah di tarik mundur. Sampai saat ini dilaporkan bahwa masih ada 24 korban yang belum ditemukan.Warga Korban longsor diminta untuk ikhlas.




 Mengenai Proses Relokasi untuk warga korban longsor, akan disiapkan sekitar 40 hunian. Karena longsor susulan mengenai beberapa rumah di sektor D dan
mengancam beberapa rumah di dusun Krajan desa Banaran. Sementara realisasi pembangunan relokasi hunian masih menunggu pemilihan tempat dari pemerintah desa.
Kemungkinan akan di relokasi di dusun Tangkil Desa Banaran.










Dari segala bentuk bantuan yang disalurkan sampai saat ini, tak ada yang kekurangan.
Akan tetapi warga korban longsor masih trauma. Sampai saat ini masih ada yang tidak berani melihat lokasi Longsor. Semoga Pemerintah segera mengambil tindakan dan untuk warga korban longsor selalu diberi kesabaran.

Post by : PugNasTok

Monday, January 16, 2017

SAFARI SUBUH BUPATI

Masyarakat yang agamis,adalah salah satu yang dicita-citakan dan diprogramkan pemerintah kabupaten Ponorogo dibawah kepemimpinan  Bupati Ipong Muhlisoni.Demi terwujudnya program tersebut salah satu agenda kegiatan yang sudah berjalan adalah SAFARI Sholat Subuh berjamaah berkelilimg di Masjid yang ada di Kabupaten Ponorogo.Dalam kesempatan ini bupati didampingi wakil bupati dan seluruh staf dan SKPD kabupaten Ponorogo,juga Camat dan kepala desa dilingkungan setempat.

Untuk kesempatan yang kedua yaitu pada tanggal 13 Januari 2017 masjid yang dikunjungi adalah salah satu masjid tewrtua yang ada di desa ngunut kecamatan Babadan yaitu masjid Al-Amin Selorejo.Masjid tersebut terletak di ujung jalan Syuhadak Ngunut 3,yang secera kebetulan berdekatan dengan kediaman KH.Ansor M. Rusydi selaku ketua MUI Kabupaten Ponorogo.suasana khidmat terasa saat sholat berjamaah dilaksanakan yang diimami langsung oleh KH.Ansor M.Rusydi.Setelah selesai dilaksanakan sholat acara dilanjutkan sarasehan di serambi masjid"Selain masjid, di
lingkungan masjid juga berdiri MI Al-Islamiyah dan TK MUslimat yang pengeloaanya dilaksanakan bersama jamaah masjid",demikian disampaikan Agus Wibowo selaku ketua takmir dalam kata sambutanya.

Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan beberapa program yang sudah dan akan dilaksanakan pemerintah kabupaten POnorogo pada tahun 2017 ini.Pada saat ini program pembangunan jalan sudah berjalan,meskipun masih belum dapat menjangkau seluruh jalan yang ada di kabupaten.Khusus untuk jalan raya yang berlobang,apabila ada pengaduan kepada bupati baik melalui SMS ataupun WA bupati langsung memerintahkan dinas terkait untuk menambalnya,khususnya bagi lobang yang belum parah.Juga disampaikan bahwa mulai tahun ini kegiatan Posyandu akan ditambah biaya operasionalnya sebesar Rp.500.000/bulan.Dalam tausiahnya KH.Ansor M.Rusydi memaparkan besarnya pahala melaksanakan sholat subuh secara berjamaah sesuai dengan dalil-dalil yang ada pada AlQu'an dan Hadist.Juga disampaikan sejarah singkat tentang Masjid Al-Amin dan para kyai yang pernah memimpin masjid dari awal didirikan sampai saat ini.Acara ditutup dengan doa.









TOLAK BALAK DUSUN NGUNUT 3

Warga gelar Istighotsah dan tausiah.Ini tidak lepas dari terjadinya rangkaian beberapa musibah yang akhir-akhir ini menimpa warga,khususnya warga Ngunut 3.Warga berdo'a untuk memohon keselamatan dan dijauhkan dari segala musibah.

Bertempat di Masjid Al-Amin Selorejo ratusan warga berkumpul di masjid,rangkaian acara dimulai dengan Sholat dzuha dan sholat Taubat berjamaah,dilanjutkan dengan Istighotsah dan tausiah.Dipimpin oleh KH.Ansor M.Rusydi kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB.Seluruh jamaah tampak khusuk dan antusias melaksanakan seluruh rangkaian acara,bahkan tidak sedikit yang harus rela bertempat di halaman masjid.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh KH.Sugeng alwakhid disinggung betapa pentingnya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi dan menerima ujianNya.Sehingga semua nikmat dan ujian yang kita terima bisa kita hadapi dengan ikhlas."acara yang dilaksanakan hari ini adalah merupakan kegiatan awal yang InsyaAllah akan dijadikan agenda rutin dalam setiap tahu nya" ,demikian disampaikan Mukhlison Aris selaku ketua panitia.

Acara diakhiri dengan pembacaan do'a yang secara bergantian dipimpin oleh para kyai yang ada di masjid dan Mushola wilayah Ngunut 3.Tak lupa pula sebagai implementasi ASSODAQOTU DAF'IL BALA' warga membawa ambeng dan tumpeng yang kemudian dinikmati bersama seluruh warga yang hadir.







Wednesday, December 7, 2016

STUDY BANDING DARI CILACAP DI DESA NGUNUT

Untuk kesekian kalinya Desa Ngunut mendapat kunjungan Study Banding dari daerah atau pemerintah kabupaten lain yang akan meliahat lebih dekat tentang apa yang selama ini didengar tentang kemajuan administrasi yang sudah berbasis komputer di desa Ngunut.
Hari ini tanggal 7 Desember 2016 rombongan dari DPPKAD  bagian Pemerintahan dan Kantor Pertanahan beserta perwakilan dari kecamatan dan desa kabupaten Cilacap.

Diterima oleh bapak Siswondo,SH.MH selaku Plt.Kepala BAPEMAS PEMDES Kabupaten Ponorogo,didampingi beberapa staf kecamatan Babadan dan kepala desa Ngunut rombongan dipersilahkan memasuki ruangan unutk acara perkenalan.Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa "kemajuan dan capaian yang hari ini dirasakan adalah karena faktor pengalaman dan tuntutan pekerjaan administrasi layanan yang dibutuhkan masyarakat" demikian disampaikan Hari Sumarsono,Se selaku kepala desa Ngunut.Juga disampaikan oleh M.Wijaya, KABAG PERTANAHAN Kabupaten Cilacap selaku kepala rombongan bahwa kedatangan rombongan adalah untuk menambah wawasan tentang pemerintahan khususnya tentang administrasi pertanahan.

Selanjutnya setelah acara perkenalan dilanjutkan pemaparan tentang administrasi desa oleh Alwin Febrianto selaku Pj Sekdes Ngunut di ruang TELECENTER WAROK.
Untuk pelayanan yang cepat dan efisien untuk masyarakat sistem komputerisasi memang menjadi satu tuntutan yang wajib dimiliki oleh pemerintahan,khususnya desa.Sistem administrasi pertanahan merupakan hal yang juga menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa karena banyaknya kasus tanah yang ada di masyarakat yang bahkan ada yang terjadi perselisihan dan permusuhan antar tetangga ataupun saudara.Untuk meminimalisir kejadian tersebut sangat diperlukan kecermatan dan kecepatan pelayanan,yaitu dengan sistem aplikasi komputer.


Acara Perkenalan Dari Rombongan Study Banding



Pemaparan Yang Disampaikan Oleh Alwin Febrianto selaku Pj. Sekretaris Desa Ngunut


Upload by : Op. TC Warok

Tuesday, April 26, 2016

PERAN ORANG TUA TERHADAP TAYANGAN NEGATIF TELVISI UNTUK ANAK

Orang tua pada jaman sekarang lebih suka melongo d depan TV dengan tayangan tayangan yang mereka sukai dan kebanyakan orang tua kurang
memiliki tanggungjawabnya untuk selalu mengawasi anaknya terhadap pengaruh tayangan TV terhadap sikap dan mental si buah hati.
Bahwa tanpa mereka sadari perkembangan anak sangat d pengaruhi hah hal apa yang mereka liat.
Jadi jangan tercengang kalo banyak kasus asusila,perkelahian yg d lakukan oleh anak anak yg masih di bawah umur dan bahkan d lakuakan oleh anak yg masih duduk d sekolah dasar.
Dwyer menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan – pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar TV walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat,
Dari sinilah begitu pentingnya peran orang tua untuk slalu mendampingi dan mengawasi si buah hati ketika si anak menonton televisi.
Orang tua harus jeli ttg acra acara televisi dan memilih acara acara televisi yg mendidik.
peran orangtua adalah mengontrol, memantau dan memberikan pengertian dan kelonggaran aturan, agar anak merasa tidak tertekan. jika seorang Ibu Rumahtangga, tentunya dapat menemani anak-anak nonton TV dan jika ternyata acaranya tidak pas untuk anaknya org tua bs mengganti cannel ke acara yg lebih mendidik.
Jika kita kaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.
Berbagai pengaruh yg d timbulkan dari seringnya menonton televisi
1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak.
2. Mendorong anak menjadi konsumtif
3. Mengurangi semangat belajar
4. Membentuk pola pikir sederhana kurang kritis
5. Mengurangi konsentrasi
6. Meningkatkan kemungkinan obesitas
7. Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
8. Matang secara seksual lebih cepat
Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1. Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya.
2. Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol.
3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
4. Tanyakan
Acara favorit mereka dan bantu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif
5. Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain agar anak bs terbangun jiwa sosialnya.
6. Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
7. Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai mengganti menonton TV.
Selain daripada itu ada hal lain yg perlu org tua tanamkan terhadap anak sejak usia dini. Bahwa TV bukanlah segala galanya sekedar hanya sebagai sarana informasi dan hiburan.
By.fajar.s

Sunday, April 24, 2016

STUDY BANDING DESA BANJARKEMANTREN SIDOARJO DI NGUNUT

Bukan merupakan jaminan apabila masyarakat yang berada di daerah perdesaan ketinggalan teknologi dan kemajuan dibanding yang hidup di perkotaan.Desa Ngunut kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo adalah salahsatu contohnya.Meskipun dari segi wilayah jauh dari pusat pemerintahan Propinsi jawa Timur,akan tetapi menjadi rujukan dari pemerintah Propinsi sebagai tempat menggali informasi dan pengetahuan tentang banyak hal.Salah satunya tentang administrasi.

Sejurus dengan hal tersebut,pada hari Ahad 24 April 2016 desa Ngunut kedatangan tamu dari Desa BANJARKEMANTREN Kecamatan BUDURAN Kabupaten sidoarjo.Rombongan yang terdiri dari Lurah dan seluruh perangkat desa,LKD,Karang Taruna dan BPD yang didampingi Bpk.Camat BUDURAN,tiba di halaman kantor kepala desa Ngunut sekitar jam 12 siang.Disambut oleh kepala desa Ngunut beserta jajaranya rombongan langsung menuju gedung Darussalam balai desa Ngunut untuk memulai acara dengan perkenalan.Yang dilanjutkan dengan ramahtamah serta pemaparan program pemerintah desa ngunut.

Untuk memudahkan komunikasi dan terfokusnya tujuan masing-masing,materi dibagi menjadi 2 kelompok.Yang pertama tentang administrasi,dipandu langsung oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku  pj Sekretaris Desa Ngunut bretempat di TELECENTER WAROK,sedangkan untuk lembaga desa bertempat di gedung Darussalam dengan dipandu oleh Bpk.Hari Sumarsono Se selaku Kepala Desa Ngunut.Suasana keakraban terjalin dan banyak informasi yang saling didapatkan.

"Dengan semua pelayanan yang sudah terintegrasi dengan sistem computer di desa Ngunut,menjadikan semua kebutuham masyarakat bisa terlayani dengan baik dan efisien".Demikian disampaikan Bapak Camat Buduran dalam sambutan perpisahanya.juga berpesan agar apa yang didapat dari study banding ini bisa diaplikasikan di desa BanjarKemantren.Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan keinginan untuk mendatangkan Bpk.Alwin Febrianto di Kecamatan Buduran untuk memberikan paparan kepada seluruh perangkat desa se kecamatan Buduran.