PERTEMUAN RUTIN

PERTEMUAN DENGAN PEMBINA KABUPATEN KOTA

SOSIALISASI E-KTP

MEMBANTU MENYAMPAIKAN TENTANG E-KTP

SOSIALISASI POSYANDU

IBU-IBU MENGHADIRI ACARA POSYANDU

PEMBUATAN KUE

PRAKTEK PEMBUATAN KUE

PELATIHAN PEMBUATAN KUE

PENGARAHAN SEBELUM MEMBUAT KUE

Rabu, 10 Desember 2014

Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun

Kota Ponorogo ini gak gede-gede amat tapi yang dapat saya gambarkan dari kota ini yakni, "Tampak jelas kesederhanaan dari kota ini.. Ponorogo". Dalam kesederhanaannya menyimpan kuliner yang sederhana juga tapi rasanya tidak sederhana. Salah satunya adalah Sate Ayam Pak Haji Tukri Sobikun. 



Cikal bakal sate ayam Ponorogo 
Sejarah berdirinya sate ayam Ponorogo khususnya di sate ayam H. Tukri Sobikun sangat panjang. Di keluarga Sobikun ini bisa membuat sate ayam khas ponorogo ini sudah turun temurun. Ini adalah keahlian kuliner nenek moyang kami yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keahlian kuliner ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dahulu, dan makin lama makin berkembang di keluarga Sobikun.
Menurut riwayat yang pernah diceritakan orang tua saya H. Tukri Sobikun, jaman dahulu kakek buyut kami yang bernama Mbah Suro Semin mempunyai banyak saudara dan ada diantara mereka yg sudah punya keahlian kuliner sate ayam. Salah satunya adalah Eyang Sate, mungkin disebut begitu karena dia penjual sate. Eyang sate ini dulu berjualan di stasiun kereta api, dia pindah-pindah jualannya mungkin seperti pedagang asongan di kereta seperti saat ini. Tapi jualan dia di stasiun kereta api bukan di dalam gerbong kereta. Terakhir kali Eyang Sate menetap di stasiun Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Pada suatu hari Mbah Suro mengunjungi saudarinya tersebut di Ngawi, dan disana Mbah Suro mulai mengenal sate ayam. Dulu Mbah Suro bekerja di sawah dan jualan dipasar, jadi tidak mengusai sate ayam. Dan dari sinilah cikal bakal Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun dimulai. Mbah Suro menetap beberapa hari disana untuk belajar sate ayam. Dan setelah mampu membuat dan dan mengetahui cara berjualannya Mbah Suro pulang ke Ponorogo.

Jualan sate ayam di Ponorogo
Setelah mengusai ilmu kuliner sate ayam ponorogo Mbah Suro mulai merintis usaha jualan sate ayam di Ponorogo. Ini dimulai masih pada jaman penjajahan Belanda, Mbah Suro berjualan keliling di Ponorogo. Dan jika sudah lelah keliling bisanya Mbah Suro akan mamngkal jualannya disekitar pasar Legi Ponorogo. Dan usaha ini berlangsung lama sampai Indonesia merdeka dan Belanda pulang kampung. Dulu dalam sehari Mbah Suro sudah bisa berjualan sate sehari memotong ayam belum banyak, paling 2-3 ekor saja, dan masih ayam kampung sebagai bahan utamanya. Dan jualannya masih pakai angkriangan yang dipikul, bukan gerobak dorong, dan hingga sekarang model angkringan ini masih menjadi ciri khas sate ayam Ponorogo khususnya di sate ayam H. Tukri Sobikun. Setelah usia Mbah Suro sudah tua usaha ini diteruskan oleh Mbah Sobikun, dalam hal ini beliu adalah orang tua bapak Tukri. Mbah Sobikun berjualan sate di Ponorogo sudah mulai menetap jualannya, tidah berkeliling lagi. Dan tempat jualannya masih disekitar pasar Legi Ponorogo. Dari hri ke hari usaha jualan sate ini makin maju dan sudah mulai terkenal di Ponorogo dan kota sekitarnya. Dulu yang sehari hanya mampu memotong ayam antara 2-3 saja, maka mulai saat di pegang oleh Mbah Sobikun sudah mampu memotong diatas 5 ekor sehari. Jumlah segitu pada waktu itu sudah lumayan laku, karena ekonomi yang sulit. Dan karena kuliner ini makin lama makin terkenal pernah mbah Sobikun diundang ke Jakarta. Yang mengundang waktu itu adalah Bapak Presiden RI Soekarno. Ceritanya begini, salah satu istri bapak Presiden Soekarno itu ada yang dari Ponorogo namanya ibu Hartini. Beliu ini adalah satu pelanggan sate ayam Mbah Sobikun. Dan pada saat di beliu punya hajatan beliu mengudang sate ayam Mbah Sobikun ke Jakarta. Pada waktu itu Mbah Sobikun dibawa dari Lanud Iswahyudi Madiun beserta rombong dagangannya naik pesawat Hercules. Itu adalah pengalaman Mbah Sobikun yang paling besar dalam perjalanan hidupnya dan itu semua hanya karena sate ayam.
Mbah Sobikun menjalankan usaha ini berjalan cukup lama, dan sekitar tahun 80 an karena usia Mbah Sobikun yang sudah tua maka usaha ini sering digantikana oleh bapak Tukri. Bapak Tukri saat itu masih berstatus pegawai PJKA (Pusat Jawatan Kereta Api) sekarang PT. KAI (Kereta Api Indonesia). Karena usia Mbah Sobikun yang semakin tua dan fisik yang makin lemah dan usaha sate ayam lebih menjanjikan dari pada kerja di PJKA maka bapak Tukri memutuskan pensiun dini. Dia lebih memilih usaha kuliner sate ayam Ponorogo dan ingin mengembangkannya. Karena bapak Tukri tahu bahwa usaha sate ayam ini nanti akan bisa menjadi mata pencaharian baru dengan harapan yang sangat baik, yang mampu menghidupi semua keluarga. Karena sewaktu masih menjadi pegawai PJKA kehidupan bapak Tukri tidak ada perubahan berarti.




Sate Ayam Ponorogo Tukri Sobikun
Dan sejak tahun 80 an tersebut bapak Tukri mulai terjun langsung menekuni usaja sate ayam ini. Dan nama sate ayam Ponorogo Tukri Sobikun mulai dipakai sebagai nama merek dagang jualan sate ayam Ponorogo.  Dalam menjalankan usaha ini dari hari ke hari semakin meningkat, walau tempat usaha ini masih menempati emperan toko di dekat pasar Legi Ponorogo tapi pelanggannya sangat banyak. Dan semua orang makin mengenal tempat dan nama sate ayam Ponorogo Tukri Sobikun. Dan masyarakat kota Ponorogo hingga kota sekitar makin mengenal sate ayam Ponorogo dan sejak saat itu sate ayam mulai menjadi makanan khas kota Ponorogo. Ponorogo sudah mempunyai kuliner khas yang beda dengan daerah lain. Pada waktu itu karena tempat usaha yang hanya di emper toko atau di pingir trotoar dan pembeli yang makin ramai maka sekitar tahun 1991 bapak Tukri mulai membuka warung kecil-kecilan dirumah. Dia memulai melayani pembeli dirumah, baik itu berupa pesanan ataupun makan di warung. Warung disini bukalah seperti rumah makan tapi hanya sebuah garasi mobil yang dirubah menjadi warung seadanya. Dikarenakan makin lama makin ramai orang yang membeli sate di rumah dan pesanan yang banyak maka sekitar tahun 1993 bapak Tukri mulai menutup jualannya yang di dekat pasar legi, dan mulai fokus jualan dirumah. Dan hingga saat ini usaha jualan sate tersebut diajalankan di rumah makan H. Tukri sobikun.Pada tahun 2001 bapak Tukri pergi haji berserta istrinya, dan sejak pulang haji rumah makan ini sekarang bernama rumah makan Sate Ayam H. Tukri Sobikun.  Warungnnya dulu yang seukuran garasi mobil kini sudah berubah menjadi rumah makan yang besar yang bisa menampung puluhan orang. Dan yang membuat pelanggan sate ayam ini tetap setia adalah cita rasa sate ayam yang tidak berubah dari sejak jaman dulu. Dan disini juga tidak memakai bumbu pabrikan, atau penyedap rasa. semua masih alami, bumbu-bumbunya masih sama sejak dulu sampai kini. Karena itu yang datang untuk menikmati kuliner sate ayam ini pasti akan senang, hal  ini bisa dilihat dari pembeli yang datang setiap hari. Malah jika hari libur bisa dipastikan pembeli dari luar kota yang akan mendominasi.
Dan pada tanggal 31 maret tahun 2010 terjadi kejadian yang sangat hebat karena rumah makan H.Tukri Sobikun kedatangan bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Bapak SBY makan malam di rumah makan tersebut. Rumah makan yang letaknya di sebuah gang yang terkenal dengan nama GANG SATE tersebut kedatangan bapak SBY.  Mulai saat itu banyak penggemar kuliner yang jika tanya lokasi sate ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun yang pernah didatangi bapak presiden.

  

Lokasi dan cabang sate ayam Tukri Sobikun
Sate ayam H. Tukri Sobikun berlokasi di jalan Lawu gang I no 43 k dengan no telepon (0352)- 482362. ini adalah pusatnya. dan mempunyai cabang antara lain :

1. Di jalan Soekarno Hatta sebelah selatan jembatan Jarakan Ponorogo dengan nama Sate Ayam H. Tukri   Sobikun (pak Bowo) no telp 0352-482413
2. Di Madiun 1 : di jalan S. Parman no 48 depan Carefour. no hp 08125981436 / 0352-752125
3. Di Madiun 2 : di jalan Trunojoyo no 114 sebelah selatan pasar Sleko no hp 08125981436 / 0352-752125

Selain tempat diatas tidak ada cabang lagi. Jika ada yang mengaku sebagai cabangnya itu tidak benar.

Sumber :
Sate Ayam Ponorogo Pak H.Tukri Sobikun

Minggu, 07 Desember 2014

Rp 225 M Untuk Bank Tani


GAGASAN Pemprov Jawa Timur untuk memberikan akses kredit bagi petani diwujudkan dengan digulirkannya konsep Bank Tani oleh Gubernur Jatim, Soekarwo. Bantuan pinjaman modal bagi petani  dialokasikan dari APBD Jatim sebesar Rp 225 miliar. Gubernur Soekarwo memastikan penyaluran bantuan modal bagi petani tersebut melalui Bank  UMKM dengan modal Rp 200 miliar. Sisanya Rp 25 miliar melalui PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) sebagai pihak penjamin Bank Tani. dana talangan Rp 25 miliar.“Nominal inilah yang akan dipakai sebagai agunan bagi pinjaman para petani “ katanya.
la menjelaskan, penyertaan modal bersifat penting karena bertujuan menambah kemampuan keuangan melalui perkuatan permodalan dan kinerja BUMD. Selain itu juga membawa dampak bagi persentase kepemilikan modal/saham dan masing-masíng pemegang saham. Karena itu, penyertaan modal adalah hal yang sangat strategis bagi pemerintah daerah maupun BUMD, terutama dalam kaitannya dengan Pendapatan Ash Daerah (PAD). Terkait dengan Bank Tani, Soekarwo berkeinginan agar kesejahteraan para petani lebih meningkat.
Ini karena para petani akan diberi kemudahan untuk mengembangkan produksinya. “Mereka bias mengajukan pinjaman lewat bank tani untuk segala kebutuhan produksinya. bisa untuk pembenihan atau juga pupuk” imbuhnya. Untuk kemudahan itu pula, Soekarwo mengaku memberi kelonggaran pinjaman bagi para petani. Selain bunga yang kecil, mereka juga tidak akan dibebani dengan jaminan sebab beban tersebut akan ditanggung Pemprov Jatim melalui PT Jamkrida. Bank Tani, menurut dia, akan memberikan kredit ringan bagi petani. Untuk yang masa pembayarannya setiap pekan, suku bunganya 6 persen per tahun. Sedangkan yang tagihannya setiap bulan, nilai suku bunganya 8-9 persen dan nilai total pinjaman petani. “Bank Tani untuk memenuhi harapan petani yang tidak bisa masuk ke perbankan karena tidak punya agunan,” ujar Soekarwo.
Selain membantu petani untuk mendapatkan modal usaha, Bank Tani diharapkan mampu mempersempit praktik rentenir atau lintah darat yang selama ini kerap menjerat para petani. Sebab, suku bunga yang harus dibayar peminjam ke rentenir cukup tinggi, yakni hingga 12 persen.
“Bank titil (rentenir) sangat jahat, tapi disenangi masyarakat. Karena, hanya dengan foto kopi KTP, mereka bisa langsung dapat uang,” kata Soekarwo. Bank Tani, lanjutnya, tidak hanya untuk petani, tapi juga bisa membantu bagi para peternak, pelaku usaha perkebunan serta pelaku ekonomi di sektor kehutanan. Dicontohkannya, jika Bank Jatim memiliki Bank Syariah, maka Bank UMKM nantinya akan memiliki Bank Tani. Karena sifatnya membantu petani, katanya, maka Bank Tani ini rencananya hanya akan membebankan bunga 6 persen di sektor pinjaman. ‘Masa pinjaman di Bank Tani juga akan menyesuaikan pola pertanian. Misalnya untuk pinjaman tanam padi masa pinjamnya adalah tiga bulan,” tuturnya.
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim, Hadi Prasetyo menambahkan, realisasi konsep Bank Tani juga dikonsultasikan dan dikerjasamakan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.la menceritakan, untuk mengoptimalkan pendirian Bank Tani pihaknya telah melakukan survey operasional Bank Tani di Swiss sesuai info yang berkembang. Namun ketika di Swiss, kata dia, bank yang dimaksud  tidak ada. Penyebabnya, katanya, dikarenakan yang beroperasional di Swiss adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bergerak di sektor pertanian.
Bank dengan label pemerintah tersebut memberikan kemudahan permodalan bagi petani terutama dan sisi kredit. “Penanganan kredit bagi petani itu sesuai dengan misi Pemprov Jatim untuk mendekatkan akses perbankan.  Untuk itu, akhirnya kami belajar dan BPD di Swiss dan berkomitmen dikembangkan disini,”katanya.
Untuk menerapkannya di Jatim, kini pemprov sedang mendalami konsep yang akan dijalankan. Misalnya pada masa awal dijadikan divisi baru di Bank UMKM berupa divisi Bank Tani. “Selain itu bisa saja Bank Tani ini akan kami gabung dengan Bank Jatim atau dapat didirikan bank baru. Masing-masing konsep kami matangkan dulu sehingga hasil terbaiknya untuk petani,” katanya.
Selain itu, Bank Tani juga diharapkan dapat mendekatkan bank dengan para petani di pedesaan yang bakal dimulai tahun 2015 mendatang. Agar dapat menyentuh seluruh wilayah Jawa Timur, maka Pemprov Jatim rencananya bakal memanfaatkan kantor Bank UMKM yang saat ini sudah berdiri di seluruh kecamatan yang ada di Jatim. Dengan keberadaan Bank Tani ini, diharapkan bisa memudahkan petani dalam akses ke perbankan yang digunakan untuk meningkatkan dan mengem bangkan usaha pertaniannya. Hadi menargetkan, petani bisa memiliki kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bahkan, dengan adanya kemitraan, seperti menggandeng lembaga di bidang pertanian, maka  kesejahteraan petani bisa terwujud.
Serius
Kalangan DPRD menyambut positif langkah yang dilakukan Pemprov Jatim. Tambahan dana penyertaan modal tersebut menurut para wakil rakyat akan mengurangi beban BUMD, terutama PT Jamkrida yang ditunjuk sebagai penjamin.
Anggota Komisi C DPRD Jatim Aufa Zafiri juga memberi apresiasi atas tambahan dana talangan bagi PT Jamkrida. Menurutnya, tambahan Rp 25 miliar sudah cukup proporsional dengan alokasi Bank Tani sebesar Rp 200 miliar. “Idealnya, dana penjamin itu memang seperdelapan dan nilai dana cadangan. Nah, angka Rp 25 miliar ini sudah pas’ tuturnya.
Karena itu, dia berharap Pemprov Jatim serius mendistribusikan bantuan. Dia tidak ingin, bantuan untuk para petani bermasalah, layaknya kredit macet pada prográm Kredit Usaha Rakyat (KUR) beberapa waktu lalu.
Sumber: Majalah POTENSI EDISI 47/ NOVEMBER/ 2014






Sabtu, 06 Desember 2014

BANTUAN KAMBING UNTUK KELOMPOK AFINITAS

Pembangunan fisik yang dilaksanakan pemerintah akan kurang mendapat dukungan yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat,apabila masyarakat lemah dari sisi ekonominya. Dalam rangka membentuk masyarakat yang kuat dan berdaya,maka perlu diadakan kelompok masyarakat yang berserikat dan mempunyai kegiatan rutin bersama. Saat ini warga desa Ngunut telah membentuk organisasi yang diikuti oleh masyarakat yang kurang mampu,yang dalam setiap bulan bisa melakukan koordinasi dengan arisan rutin secara bergiliran di rumah anggota.
Kelompok tersebut terdiri dari 2 kelompok wanita dan 2 kelompok pria yang terbagi menjadi 2 wilayah,yaitu warga Ngunut 1 dan 2 menjadi satu kelompok pria yang diberi nama kelompok SEJAHERA dan wanita yang diberi nama RAHAYU,dan Ngunut 3 dan 4 menjadi satu kelompok pria yang diberi nama HARAPAN KITA dan kelompok wanita BERDIKARI. Dengan didampingi oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo,setiap bulan telah mengadakan musyawarah untuk membahas kegiatan yang akan dilaksanakan.

Dari kesimpulan musyawarah yang dilakukan akhirnya disepakati untuk mengajukan bantuan ternak kambing yang akan dipelihara anggota kelompok. Dari proposal yang diajukan akirnya terealisasi bantuan kambing dari APBD Kabupaten Ponorogo. Kambing bantuan tersebut terbagi untuk kelompok RAHAYU mendapat 12 ekor, BERDIKARI 13 ekor, SEJAHTERA 16 ekor dan HARAPAN KITA 15 ekor. 
Untuk selanjutnya kambing tersebut dipelihara di rumah masing-masing anggota. Untuk memperkuat koperasi kelompok,setiap bantuan seekor kambing setiap anggota tiap bulan wajib mencicil sebesar Rp.50.000,yang dana tersebut akan digunakan untuk modal koperasi simpan pinjam yang akan dimanfaatkan oleh anggota kelompok yang tidak mendapat bantuan kambing. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat yang akirnya akan meningkatkan taraf hidup masyaraka,khususnya warga yang masih dalam kategori warga miskin yang ada di desa Ngunut.




Jumat, 05 Desember 2014

Ajak Nelayan dan PKL Gunakan Lampu Solar Cell


Guna menghemat penggunaan listrik dan BBM (bahan bakar minyak), Pemprov Jawa Timur kini berupaya menggunakan energi tenaga matahari (solar cell). Salah satunya dengan menerapkan penggunaan lampu solar cell bagi nelayan dan pedagang kaki lima (PKL).


"Saya berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk bisa menerapkan kebijakan hemat energi. Pemanfaatan energi matahari ini sangat potensial untuk menyalakan lampu penerangan guna membantu nelayan dan PKL dalam menjalankan aktivitasnya kata Kepala Balitbang (Badan Penclitian dan Pengembangan) Jatim, Priyo Darmawan.

Untuk nelayan, kata dia, bisa lebih hemat karena lampu solar cell yang dirancang mahasiswa dan alumni ITS (Institute Teknologi Sepuluh November) hanya butuh tenaga matahari untuk mengisi daya agar bisa digunakan mencari ikan. Selain itu, lanjut dia, lampu ini juga ada yang didesain tahan air sehingga bisa digunakan nelayan untuk menyelam saat mencari ikan.

Sedangkan untuk PKL, ujar dia, juga bisa lebih hemat. Pasalnya, jika PKL menggunakan lampu minyak harus mengeluarkan tambahan beli minyak tanah, maka dengan lampu solar cell, hal itu tidak lagi. 
"Kalau sehari butuh minyak tanah satu liter dengan harga perliter RP 10 ribu, maka sebulan butuh Rp 300 ribu dan setahun mencapai Rp 3,6 juta. Kalau pakai - lampu solar cell harganya hanya kisaran Rp 600 ribuan dan bisa digunakan bertahun-tahun ujarnya. Selain itu, lanjut dia, lampu solar cell didesain menggunakan lampu LED (light emmiting diode) sehingga lebih terang dan hemat energi serta tahan lama hingga 15 tahun. Untuk komponennya juga bisa tahan lama dan bisa digunakan hingga 25 tahun.

Guna merealisasikan program tersebut, pihaknya melakukan uji coba dan riset. Kini Balitbang Jatim berupaya menyosialisasikan penggunaan lampu matahari yang ramah lingkungan tersebut. Untuk memasarkannya, ia herharap bisa dikerjasamakan dengan koperasi atau toko yang dekat dengan nelayan dan PKL.kalau lampu dijual harga murah dan syukur kalau bisa diangsur pasti akan lebih meringankan dan banyak diminati tuturnya.


PJU Solar Cell.

Tak hanya untuk nelayan dan PKL, lampu solar juga dirancang untuk lampu penerangan jalan (PJU). Balitbang Jatim pun telah merekomendasikan seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Pemprov Jatim bakal menggunakan lampu PJU di depan kantor masing-masing. "Kami telah bekerjasama dengan salah satu perusahaan research and development asli dalam negeri yang memproduksi lampu solar cell. Setelah kami uji dua tahun, hasilnya memang terbukti bagus dan berkualitas walaupun seluruh komponen buatan lokal di Surabaya kata Priyo.

Sebelumnya, Balitbang mendapatkan sampel PJU solar cell dua unit untuk di pasang di halaman kantor. Dengan manfaat dan kualitas yang bagus, kini ia telah membeli lima unit baru, sehingga seluruh halaman kantornya menggunakan PJU solar cell.
la menuturkan, lampu ini bisa menyala otomatis mulai jam 6 sore hingga jam 6 pagi tanpa gunakan listrik karena daya didapat dari tenaga matahari yang diserap oleh alat solar cell. Bahkan, lanjut dia, untuk mcnyalakan dan mematikan lampu bisa gunakan sms dari ponsel.

"Setiap lampu punya nomor ponsel masing-masing dan password yang bisa diganti. Jadi lampu bisa dinyalakan kapanpun dan dimanapun. Ini pernah juga demonstrasikan pada Menristek saat di Pandaan Pasuruan dan direspon baik bahkan dibuktikan sendiri oleh pak menteri yang datang langsung ke kantor Balitbang ungkapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, kini ia merekomendasikan agar seluruh SKPD menggunakan PJU solar cell. Untuk tahap awal, pihaknya telah mengajukan pada BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) untuk membantu pembiayaan pengadaannya. "Saya sudah lapor pak gubernur dan beliau mendukung. Untuk pengajuan Pak Budi Setiawan (Kepala BPKAD Jatim) juga sudah setuju. Jadi tiap SKPD bisa ajukan surat kesana dan akan dibantu pendanaan. Tiap SKPD dapat jatah 5 unit lampu. Jika kurang ke depan bisa melakukan pengadaan sendiri," katanya.

Ia menegaskan, perlunya pengernbangan dan penerapan produk dalam negeri ini untuk menghargai hasil karya anak bangsa. Selain itu, kata dia, produk lokal berkualitas ini juga mengantisipasi produk impor asal China serupa yang tidak menutup kemungkinan masuk ke pasar Indonesia.
Produk yang dikembangkan PT Santini Lestari Energi Indonesia (SLEI) tersebut adalah pertama kali dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan solar cell tapi memakai baterai lithium ion. "Kalau lampu solar cell biasanya menggunakan aki, ini pakai baterai lithium seperti ponsel yang ditanam di dalam lampu. Jadi tidak akan bisa dicuri Dan lebih tahan kata Direktur PT SLEI", Sandy Hartono. Iampu PJU solar cell ini, ujar dia, hanya 40 watt menggunakan lampu LEDatau setara 150 watt lampu merkuri. Bahkan, lampu bisa tahan hingga 15 tahun, solar cell hingga 25 tahun dan baterai hingga 5 tahun. "Jika baterai rusak bisa beli sendiri dan harganya murah sekitar Rp 75 ribu". Bisa beli di pasar karena sama seperti baterai ponsel ujarnya.

Penggunaan lampu dari SLR ini telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. "Banyak wilayah yang belum teraliri listrik gunakan produk kami seperti di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua". Di Jatim sudah diujicoba di kantor Balitbang dan di Gedung Grahadi Surabaya tukasnya.

sumber : Potensi edisi 47: 24 november 2014

Jumat, 10 Oktober 2014

BAKSOS IDUL ADHA 1435H,WATU AGUNG DAYAKAN BADEGAN PONOROGO

Sudah menjadi agenda tahunan yang sudah berjalan selama 15 tahun,setiap Idul Adha GP ANSOR Ranting Ngunut bekerja sama dengan YAYASAN IKATRINA,SMP MA'ARIF 3 dan didukung keluarga besar NU Ranting Ngunut melaksanakan safari keliling wilayah terpencil di Ponorogo guna melakukan Bakti sosial penyembelihan hewan Qurban. Untuk kegiatan tahun ini setelah melalui beberapa kali survey lapangan akhirnya dilaksanakan di dusun watu agung desa Dayakan Badegan.Daerah tersebut dipilih karena kondisi kemasyarakatan yang secara ekonomi tergolong daerah miskin, karena berada di pegunungan yang tandus. Kondisi geografis yang berada di puncak pegunungan mengakibatkan sulitnya akses jalan untuk menjangkau daerah tersebut,sehingga roda perekonomian tidak bisa berjalan dengan lancar. Jalan yang berliku,dengan tanjakan yang sangat tinggi dan juga jurang yang sangat curam tidak mengendorkan semangat anggota Ansor dan semua rombongan untuk memberikan bantuan dan berbagi rasa dengan saudara yang ada di sana. Rombongan pertama yang terdiri dari ibu-ibu Fatayat dan Bapak NU sampai di lokasi sekitar jam 5 sore. Untuk hewan Qurban yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing dan para pemuda datang malam hari sekitar jam 7 malam. Rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan acara pengajian dan perkenalan antara rombongan dari Ngunut dan warga watu agung.Dalam sambutanya,bpk H.Moh Nur Hadi mewakili semua rombongan menyampaikan bahwa kehadirannya di watu agung adalah untuk bersilaturrokhim dan berbagi rasa antara warga Watu agung dan warga Ngunut. Tidak lupa agar diketahui bahwa di Ngunut ada yayasan IKATRINA yang mengasuh anak-anak putus sekolah. Pengajian yang dihadiri sekitar 400 warga tersebut diisi tausiah oleh kyai Nur Sholikhin. Beliau menyampaikan pentingnya Sholat dan menjadi orang yang sholeh. 
Pagi hari setelah Sholat Subuh penyembelihan hewan qurban dimulai.Dari 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang disembelih dijadikan 700 paket daging yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Adapun hewan Qurban yang di Amanatkan tersebut adalah dari keluarga 1.H.Daroini 2.Rendio 3.Muhaimin 4.Ibu Sri Panitia 5.Gufron Abidin 6.Lina 7. Raka 8.Andik 9.Tika.Dan kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini  disampaikan terima kasih. Semoga amal sholeh kita diterima dan mendapat pahala dari ALLAH SWT, AAMIIN.






                           


                            

Sabtu, 20 September 2014

BERSIH DUSUN JOGORAGAN

Sabtu 20/09/2014 Tontonan wayang kulit Seni Kataman Nabi dalam rangka bersih dusun jogoragan Ngunut 4. Acara yang diadakan tiap taun di dusun jogoragan ini dinamakan bersih dusun atau orang jawa bilang Ngruwat Dusun, Sebelum di adakan pagelaran wayang , sebelumnya para penduduk dan para tokoh-tokohnya mengadakan doa bersama dan sholawatan guna memohon agar desa nya terhindar dari malapetaka.acara sederhana tersebut ternyata juga menghipnotis para penonton yang datang bukan hanya dari desa Ngunut.

Ruwatan tersebut menurut orang jawa untuk menghindari Betoro Kolo, Semua warga berharap mudah-mudahan dibebaskan dari belenggu ketidak berdayaan dan dimudahkan cari sandang pangan, hidup rukun berdampingan satu sama lain.

Berikut sekilas tentang Betoro Kolo  versi Pewayangan Jawa :
Ketika Batara Guru dan istrinya, Dewi Uma terbang menjelajah dunia dengan mengendarai Lembu Andini, dalam perjalanannya karena terlena maka Batara Guru bersenggama dengan istrinya di atas kendaraan suci Lembu Andini, sehingga Dewi Uma hamil. Ketika pulang dan sampai di kahyangan Batara Guru kaget dan tersadar atas tindakannya melanggar larangan itu. Seketika itu Batara Guru marah pada dirinya dan Dewi Uma, dia menyumpah-nyumpah bahwa tindakan yang dilakukannya seperti perbuatan "Buto" (bangsa rakshasa). Karena semua perkataannya mandi (bahasa indonesia: cepat menjadi kenyataan) maka seketika itu juga Dewi Uma yang sedang mengandung menjadi raksasa. Batara Guru kemudian mengusirnya dari kahyangan Jonggringsalaka dan menempati kawasan kahyangan baru yang disebut Gondomayit. Hingga pada akhirnya Dewi Uma yang berubah raksasa itu terkenal dengan sebutan Batari Durga. Setelah itu ia melahirkan anaknya, yang ternyata juga berwujud raksasa dan diberi nama Kala. Namun pada perkembangan selanjutnya Batara Kala justru menjadi suami Batari Durga, karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan. Batara Kala dan Batari Durga selalu membuat onar marcapada (bumi) karena ingin membalas dendam pada para dewa pimpinan Batara Guru.
Karena Hyang Guru kwatir kalau kayangan rusak maka Batara Guru mengakui kalau Kala adalah anaknya. Maka diberi nama Batara Kala dan Batara Kala minta makanan, maka Batara Guru memberi makanan tetapi ditentukan yaitu :
1. Orang yang mempunyai anak satu yang disebut ontang-anting
2. Pandawa lima anak lima laki-laki semua atau anak lima putri semua.
3. Kedono kedini, anak dua laki-laki perempuan jadi makanan Betara Kala.
Untuk menghindari jadi mangsa Batara Kala harus diadakan upacara ruwatan. Maka untuk lakon-lakon seperti itu di dalam pedalangan disebut lakon Murwakala atau lakon ruwatan. Di dalam lakon pedalangan Batara Kala selalu memakan para pandawa karena dianggapnya Pandawa adalah orang ontang anting. Tetapi karena Pandawa selalu didekati titisan Wisnu yaitu Batara Kresna. Maka Batara Kala selalu tidak berhasil memakan Pandawa.






  

Kim Batoro Katong 
Oleh : Totok Priandoko

Minggu, 07 September 2014

KELUHAN PETANI DI MUSIM KEMARAU

Air adalah sumber kahidupan lalu bagaimanakah jika musim kemarau seperti ini....???

Kali ini KIM telah mensurve beberapa kondisi pertanian di ponorogo terkait musim kemarau panjang.dari berbagai jenis petani kebanyakan mengeluhkan sulitnya bahan bakar solar untuk mesin pengairan dan pupuk,
di Ngunut sendiri khususnya pupuk juga sangat sulit didapatkan oleh para petani.dan terkait sulit nya bahan bakar solar ada sebuah ide baru untuk mengatasinya.para petani yang semula memakai mesen diesel kini beralih ke mesin dinamo yang menggunakan listrik,tapi itu semua juga masih terkendala karena jauhnya lokasi lahan dari kabel jaringan listrik yang ada.jadi kebanyakan yang beralih ke mesin dinamo tersebut adalah petani yang lahanya dekat dengan tiang listrik dan kabel jaringan.sementara yang lokasi lahanya jauh masih bertahan dengan mesen disel yang memakai solar.
Semoga pemerintah bisa mengatasi keluhan para petani di musim kemarau sperti ini, karena tidak jarang para petani yang menelantarkan atau membiarkan sawah nya kosong karena terkendala hal- hal tersebut.

berikut gambar- gambar yang saya ambil mengenai hal di atas :

Atrian untuk mendapatkan bahan bakar solar

   Sawah yang tidak ditanami karena kesulitan air










Liputan KIM batoro katong : Keluhan petani di musim kemarau
            
Oleh : Totok Priandoko

Selasa, 03 Juni 2014

KUNJUNGAN DARI KEMENTERIAN KOMINFO DI KIM BATORO KATONG

Dalam rangka pembinaan dan melihat secara langsung keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) di daerah,pada hari ini 13 Mei 2014 bertempat di TELECENTER WAROK desa Ngunut telah didatangi utusan dari kementerian KOMINFO Jakarta.Yang menjalankan tugas untuk melihat dari dekat tentang keberadaan KIM dan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dan akan direncanakan.
Rombongan yang terdiri dari 3 orang dari kementerian yaitu Bpk.Arifianto,Ibu Inka Inanti,dan Ibu Yuli Astuti,s  yang didampingi oleh beberapa pembina dari DISHUB Kabupaten Ponorogo.Kurang lebih selama 2 jam rombongan berdiskusi dengan ketua KIM Batoro Katong dan didampingi oleh beberapa pengurus dan anggota KIM.Dalam kesempatan tersebut ditanyakan sejauh mana kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat dan prestasi apa saja yang sudah pernah diraih.Dan tak lupa program apa saja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,karena KIM adalah sebagai penghubung masyarakat dengan dunia luar, yang pada saat ini lebih dominan melalui media IT yaitu internet.Beberapa hal yang dipesankan kepada pengurus antara lain tentang pentingnya menggali dan mengakses kebutuhan masyarakat bawah secara umum dan menjembatani agar bisa diakses di tempat lain.Segala informasi yang memberi keuntungan dan dibutuhkan masyarakat semestinya KIM mampu melayani dan memberikan solusi.
Dalam kesempatan tersebut rombongan juga sempat berdiskusi dengan Bpk.Heru Budi Santoso,MM selaku Camat Babadan dan juga Bpk.Hari sumarsono,Se selaku Kepala Desa Ngunut.dipesankan agar pembinaan dan monitoring keberadaan KIM untuk selalu di intensifkan agar keberadaan KIM yang saat ini cuma 10% yang aktif bisa berkembang dan hidup semua.Sehingga membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah masing-masing.
Terakhir rombongan meninjau pabrik pembuatan kompos milik Gapoktan Rukun Sejahtera Abadi desa Ngunut,Yang merupakan bantuan pemerintah untuk memproses pupuk organik dengan bahan baku kotoran hewan ternak.Diterima langsung oleh Bpk.Azhar Wibowo sebagai ketua dan penanggung jawab rumah kompos.Setelah sekian lama memantau dan berdiskusi di rumah kompos rombongan langsung berpamitan untuk meneruskan tugas.
Semoga kehadiran beliau-beliau bermanfaat bagi pengurus dan anggota KIM Batoro Katong dan masyarakat secara umum.




Minggu, 11 Mei 2014

KELOMPOK AFINITAS DESA NGUNUT

       Kelompok Afinitas Desa Ngunut adalah sebuah kelompok yang dibentuk oleh TPD dan LKD Desa Ngunut yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 2 kelompok putra dan 2 kelompok putri yang masing - masing ber anggotakan 26 orang, masing - masing kelompok tersebut membuat kegiatan sendiri dan didampingi langsung oleh dinas ketahanan pangan kabupaten ponorogo. kelompok afinitas yang dibentuk awal mula 2013 sengaja dibentuk untuk membantu masyarakat agar lebih mandiri dan membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 Pertemuan rutin kelompok afinitas putri
 
       Kelompok ini pun juga mendapat bantuan dari dinas terkait berupa ternak dan alat yang harus dikelola kelompok, dari 26 anggota kelompok mendapatkan bantuan 1 ekor kambing per anggota dan 1 buah alat yang dikelola oleh masing - masing kelompok, selain itu kelompok pun juga mendapat pelatian langsung dari dinas ketahanan pangan kabupaten ponorogo guna membekali diri untuk kelangsungan kelompok kedepanya, harapanya semoga dengan adanya program kelompok afinitas ini semoga masyarakat Desa Ngunut bisa lebih mandiri dan lebih maju lagi di bidang ekonomi.





                                                                                                                                                                  Totok Priandoko
                            

Jumat, 04 April 2014

PELANTIKAN KPPS PILEG 2014 DESA NGUNUT

 Dalam hitungan hari PEMILU LEGISLATIF TH 2014 akan segera dilaksanakan.Untuk menyongsong datangnya pesta demokrasi tersebut PPS Desa Ngunut sudah melakukan serangkaian perasiapan,pada hari Kamis 3 April 2014 PPS Desa Ngunut telah melaksanakan pelantikan KPPS dan dilanjutkan rakor di gedung DARUSSALAM Balai Desa Ngunut.Dalam kesempatan tersebut hadir seluruh anggota KPPS dan LINMAS yang akan melaksanakan tugas pencoblosan di TPS masing-masing.Di Desa Ngunut akan terbagi menjadi 9 TPS yang terbagi di seluruh kawasan Desa yaitu;Ngunut 1 : 2TPS,Ngunut 2 : 2TPS,Ngunut 3 : 2TPS,Ngunut 4 : 3TPS.Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,dengan khidmat seluruh yang hadir mengikuti pelaksanaan acara tersebut.Ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh anggota KPPS yang akan menjadi ujung tombak suksesnya pesta demokrasi tanggal 9 April yang akan datang.Ketelitian,kesabaran dan kerjasama semua pihak akan menjadi kunci lancarnya PEMILU yang akan segera dilaksanakan.Demikian sambutan yang diberikan oleh Bpk.Hari Sumarsono,Se selaku Kepala Desa Ngunut dalam sambutanya.
Beberapa hal yang menyangkut teknis pelaksanaan disampaikan dengan gamblang oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku ketua PPS desa Ngunut.Dari proses pembukaan hingga penghitungan suara dan segala sesuatu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pemungutan suara agar senantiasa dikoordinasiakan dengan PPS.Secara teknis juga disampaikan oleh Bpk.Rudi Hartono tentang surat suara yang sah dan tidak sah ataupun tata cara penulisan form-form yang ada,sehingga seluruh anggota KPPS memahami secara jelas tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
PEMILU YANG BERSIH,JUJUR,AMAN DAN ADIL adalah menjadi impian seluruh warga negara,siapapun yng terpilih semoga mampu mengemban amanat yang diberikan.Semoga kita mendapat wakil rakyat yang AMANAH,AMIN