PERTEMUAN RUTIN

PERTEMUAN DENGAN PEMBINA KABUPATEN KOTA

SOSIALISASI E-KTP

MEMBANTU MENYAMPAIKAN TENTANG E-KTP

SOSIALISASI POSYANDU

IBU-IBU MENGHADIRI ACARA POSYANDU

PEMBUATAN KUE

PRAKTEK PEMBUATAN KUE

PELATIHAN PEMBUATAN KUE

PENGARAHAN SEBELUM MEMBUAT KUE

Rabu, 26 Agustus 2015

KERJA BAKTI PEMBANGUNAN TALUT

Kamis 27 Agustus 2015, Kerja bakti warga dan Perangkat desa Ngunut di dusun jogoragan dibantu dengan personil anggota TNI dari koramil 0802/03 BABADAN Dalam rangka pembangunan talut di dusun jogoragan Desa Ngunut dengan panjang kurang lebih 500 meter, Kami sangat berterima kasih kepada khusunya Bapak Kepala desa Ngunut beserta Perangkatnya yang telah menempatkan pembangunan talut di dusun jogoragan, Memang benar adanya jika pembangunan tersebut diarahkan kesini karena dimusim penghujan air nya meluwak ke rumah - rumah warga dikarenakan saluran air nya tidak lagi berfungsi / mati tertimbun tanah.
Kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak - bapak anggota TNI yang sudah berpartisipasi ikut membantu warga bergotong royong menggali tanah untuk pembangunan talut ini.
Anggota TNI dan warga

Anggota TNI dan warga
Lurah Desa Ngunut Bersama Perangkat






Post : Totok Priandoko

Minggu, 23 Agustus 2015

PAGUYUBAN SINOMAN JOGORAGAN

Paguyuban Sinoman jogoragan adalah kelompok kecil para pemuda pemudi jogoragan, Awal dibentuknya paguyuban ini datang dari sebuah ide manakala ada seorang warga jogoragan yang mempunyai hajatan dan membutuhkan tenaga sinoman atau sebut saja pladen,dari situ kami berinisiatif untuk membentuk sebuah kelompok khusus pemuda pemudi untuk mengantisipasi dibutuhkanya tenaga sinoman sewaktu waktu.
Selain untuk mempererat silaturohmi antar pemuda didalam paguyupan ini juga diberikan agenda dan kegiatan - kegiatan rutin salah satunya adalah arisan dan tahlil setiap tanggal pertemuanya, Kami sangat berharap dengan adanya kegiatan ini akan membawa unsur positif terhadap masyarakat khususnya masyarakat jogoragan.

     Berikut daftar Pengurus Paguyuban Sinoman di jogoragan RT 03 dan RT 04

Ketua 1                :  Teguh Wiyono
Ketua  2               :  Totok Priandoko
Bendahara          :  Sarno
Sekretaris 1        :  Fendi Widiantoro
Sekretaris 2        :  Aris Tridoyo
Humas                :  Zainudin
Pelindung           : Agung Eko Purnomo



Post : Totok Priandoko

AGUSTUS-AN BERSAMA PKK DESA NGUNUT

Bulan Agustus, Bulan Kemerdekaan Negeri ini. Ya, seperti sudah menjadi tradisi, para warga di Indonesia menyambut kemerdekaan dengan berbagai macam lomba. Kali ini PKK Desa Ngunut di bantu oleh Perangkat Desa mengadakan lomba. Pada hari minggu pagi 23 Agustus 2015 bertempat di Balai Desa Ngunut. Lomba ini sangat menarik antusias warga desa Ngunut. Ada lomba Gendong Rinjing dan Kempit Balon. Dengan peserta ibu-ibu, lomba ini sangat menghibur. Meski lomba di laksanakan di tempat yang panas, tapi tidak mengurangi semangat para peserta untuk berlomba dan bertanding. Di penghujung acara, penyerahan hadiah diberikan oleh Ibu Hani Sumarsono selaku ketua PKK Desa Ngunut.

Post : Puguh R.




Jumat, 14 Agustus 2015

YANG TERABAIKAN



70 tahun sudah negeri kita merdeka. Sebagai ucapan syukur untuk memperingati kemerdekaan ini, berbagai cara pula masyarakat menyambut hari kemerdekaan negara kita. Mulai dari macam-macam lomba, perayaan dan lain-lain. Di kanan kiri jalan warna-warni umbul-umbul di pasang dan kerlap kerlip lampu hias disertakan pula. Sehingga semakin semarak dan meriah. Begitu antusias warga menyambut HUT RI yang ke-70 ini.
Namun, dibalik meriahnya umbul-umbul dan kerlap-kerlip lampu hias, lingkungan yang bersih tertata rapi, ada yang terlupakan oleh mereka. Bendera Pusaka MERAH PUTIH yang terlupakan.Ada sebagian masyarakat yang enggan mengibarkan-Nya. Entah dia lupa atau tidak punya atau masa bodoh. Yang menyedihkan ada sebagian warga mengibarkan bendera yang warnanya sudah pudar. Ada pula yang mengibarkan bendera dengan asal-asalan. Di ikatkan pada tiang sepucuk bambu yang bengkok.
Bendera lambang kebesaran negeri ini. MERAH PUTIH yang penuh arti.
Dahulu bendera MERAH PUTIH ini pertama kali di gunakan para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda setelah perang dunia ke-2 berakhir, kemudian Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera MERAH PUTIH sebagai bendera nasional. Sang MERAH PUTIH dijahit oleh Ibu Fatmawati istri Presiden Soekarno pada tahun 1944.
Kita hanyalah pewaris sang saka MERAH PUTIH ini, Pusaka yang seharusnya kita rawat dan kita hormati. Apabila di setiap kepala keluarga ( rumah ) mempunyai bendera merah putih dan di kibarkan pada HUT RI mungkin lebih meriah lagi.
Seharusnya pihak-pihak terkait mulai dari RT, RW, Desa, Kecamatan menghimbau pada warganya diwajibkan memiliki bendera MERAH PUTIH, mungkin sang MERAH PUTIH tidak terabaikan. Dan selalu di hormati sampai sepanjang zaman.
MERDEKA.....!!!! 
DIRGAHAYU NEGERIKU TERCINTA.

Penulis : Maulana

Minggu, 02 Agustus 2015

MESIN PEMAMEM PADI DI DESA NGUNUT

Awal nya GAPOKTAN desa Ngunut mengajukan proposal kepada pemerintah untuk meminta sebuah bantuan berupa alat pertanian. Dan al hasil pemerintah memberikan bantuan tersebut dengan berupa 1 unit mesin pemanen padi.
Mesin tersebut di operasikan di dusun jogoragan yang lahan pertanianya luas dan di kelola oleh kelompok tani barokah dua. Mesin pemanen padi mini yang dijalankan oleh minim 4 orang tersebut dalam satu hari minimal bisa memanen padi dengan luas lahan setengah hektar.

Dengan adanya mesin tersebut sangat amat membantu para petani yang ingin memanen padi mereka di musim panen kali ini dengan imbalan upah 400 ribu rupiah perkotak. petani berharap ada bantuan lagi seperti mesin penanam padi dan mesin2 lainya agar kedepanya mempermudah pola kerja para petani  agar hasil panen lebih maksimal.


Reporter : Miswanto

Minggu, 03 Mei 2015

TELECONFERENCE DENGAN PAK DE KARWO

Dalam rangka event pekan KIM yang ke 8  Propinsi Jawa Timur yang diselenggarakan  di kabupaten Nganjuk,salah satu dari sekian agenda acara yang dilaksanakan adalah teleconference antara 3 KIM berprestasi di Jawa Timur dengan Gubernur Jawa Timur,atau yang akrap dipanggil PakDe Karwo.KIM EDELWEIS Pasuruan mendapat giliran yang pertama berbincang dengan Gubernur,disusul dari KIM BATORO KATONG Ponorogo,dan yang terakir KIM PIJAR MAS BLITAR.
Persiapan yang sudah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan,dan didukung kerjasama dan koordinasi yang bagus antara pihak KOMINFO Provinsi dan KOMINFO Kabupaten Ponorogo dengan KIM BATORO KATONG,berbuah suksesnya acara tersebut.Meskipun hanya selama kurang lebih 5 menit dapat berbicara langsung dengan Gubernur,akan tetapi hal tersebut sudah merupakan suatu prestasi yang besar karena sarana yang digunakan adalah dengan tekhnologi yang belum banyak digunakan pada saat ini.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga disampaikan untuk pembina dari Propinsi dan Kabupaten Ponorogo,yang tanpa bimbingan dan arahan dari dinas mustahil acara tersebut bisa berjalan dengan sukses.



Rabu, 18 Februari 2015

TERAPY GAPTEK GURU PAUD

Mensikapi tuntutan zaman yang serba teraplikasi dengan computer dan Internet, perlu kiranya disiapkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan computer. Hal tersebut juga berlaku untuk guru PAUD. Sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki semua guru, bahwa dalam setiap tugas pembelajaran dan pembuatan laporan sebagian besar sudah teraplikasi dengan program computer. Hal itu musti dilakukan karena semua form dan data laporan yang akan dikirim ke Dinas secara periodik adalah menggunakan aplikasi WORD atau OFFICE.

Selaras dengan  hal tersebut KOMINFO PONOROGO melalui TELECENTER WAROK mengadakan kegiatan pelatihan OFFICE dan INTERNET untuk guru PAUD se Kecamatan Babadan.Dengan pertimbangan efisiensi dan terbatasnya sarana maka kegiatan tersebut dijadikan 2 gelombang yaitu untuk gelombang pertama diikuti oleh 24 peserta dan gelombang kedua dengan jumlah 23 peserta. Adapun untuk gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 16-18 Februari 2015, sedangkan untuk gelombang kedua akan dilaksanakan tanggal 23-25 Februari 2015.

Untuk materi pengenalan office dipandu oleh ibu Karyuni dari UPT PELATIHAN KERJA/BLK PONOROGO.Untuk pengenalan internet dipandu langsung oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku manager TELECENTER WAROK dan didampingi oleh seluruh tim yang ada di telecenter. Dengan antusiasme yang tinggi ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pertama mengikuti pelatihan yang telah terjadwalkan.






Rabu, 04 Februari 2015

Hasil Identifikasi Tim DVI, Pastikan Salah Satu Jasad Korban AirAsia Asal Ponorogo

KIM BATOROKATONG PONOROGO – TURUT BERDUKA CITA Kabar melegakan sekaligus memilukan diterima keluarga Yuni Indah, salah satu penumpang AirAsia yang mengalami kecelakaan di selat Karimata, karena tim identifikasi DVI Polri, berhasil mengidentifikasi satu jenazah lagi, yang dipastikan sebagai jasad Yuni Indah, korban kecelakaan pesawat AirAsia asal Balong Ponorogo.


Informasi yang diterima, jasad Yuni Indah, TKI yang rencananya akan kembali bekerja di Singapura, namun nahas karena pesawat yang ditumpanginya celaka itu, akan dikirim sore ini ke rumah duka di desa Balong, kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur, dari rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim.


Seperti diketahui, Yuni Indah (25) merupakan penumpang yang terdaftar di nomer 154, dalam manifes penumpang AirAsia QZ8501, yang hilang kontak dalam penerbangan Surabaya-Singapura, Minggu (28/12/2014). Harapan keluarga dan warga sekitar terwujud karena korban Yuni akhirnya bisa ditemukan dan dikebumikan di kampung halamannya
sumber : Reog.tv

Selasa, 30 Desember 2014

Warga Balong, Salah Satu Korban Hilangnya Pesawat AirAsia


REOG.TV, PONOROGO – (BALONG) Kabar duka hilang pesawat AirAsia, QZ8501 juga dirasakan salah satu warga Ponorogo. Ini karena salah satu penumpang pesawat AirAsia, QZ8501, ternyata warga Balong, Ponorogo, Jawa Timur.
Korban menumpang pesawat nahas ini, karena hendak kembali bekerja menjadi TKW di Singapura. Namun, wanita ini malah tak jelas nasibnya. Keluarga dan orang tua korban masih shock dengan peristiwa ini.
Senin (29/12/2014), suasana duka menyelimuti rumah Yuni Indah, salah satu penumpang pesawat AirAsia QZ8501, warga Sumberagung, Balong Ponorogo. Jemiran, ayah korban, nampak shock, sementara istrinya Moinem, Masih tak sadarkan diri dan tidak mau ditemui siapapun. Sejak kabar pesawat tersebut hilang, Moinem tak sadarkan diri dan tak mau keluar kamar.
“Maaf ibunya masih shock, jadi belum bisa ditemui,” kata Masri Sumiati, kerabat korban singkat, saat ditemui reog.tv.
Yuni Indah merupakan penumpang yang terdaftar di bangku 154, atau masuk daftar terakhir dalam manifes penumpang AirAsia QZ8501. Rencananya, Yuni yang berumur 22 tahun dan hendak berangkat kembali ke Singapura, menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Pungol Singapura.
Sebelumnya, korban sudah bekerja selama 4 tahun dan cuti ke kampung halamannya selama sebulan. Rencananya korban hendak kembali lagi bekerja. Namun nahas, pesawat yang ditumpangi tertimpa musibah, hilang yang hingga kini masih dilakukan pencarian.
Atas kejadian ini, Jemiran hanya bisa pasrah, Ia tak menyangka, jika anak ke empat dari empat besaudara ini, mengalami kecelakaan pesawat. Ia hanya berharap, agar segera ada kepastian, anaknya ditemukan dalam keadaan selamat.
Sampai Senin siang ini, warga masih berdatangan ke rumah korban, warga berharap agar pesawat segera ditemukan dan semua penumpang bisa ditemukan dalam keadaan selamat. (tim/reog.tv)
Ket Foto : KORBAN. Inilah rumah Yuni Indah, salah satu korban AirAsia, yang berasal dari Balong, Ponorogo yang hendak kembali bekerja menjadi TKW di Singapura. (foto: tim/reog.tv)
Sumber : Reog tv

Senin, 29 Desember 2014

Jatim Hapus Denda Pajak Kendaraan


Menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan Presiden Joko Widodo 18 November lalu, kini Pemprov Jatim membebaskan pajak bagi kendaraan roda dua, roda tiga, dan angkutan umum atau plat kuning. Pembebasan pajak atau dikenal istilah pemutihan tersebut berlaku selama 3 bulan, sejak I Desember 2014 sampai 28 Februari 2015.

Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, pemutihan pajak bukan untuk roda empat atau mobil pribadi. “Kalau mobil janganlah. Ini untuk meringankan beban rnasyarakat kecil yang terdampak secara langsung kenaikan BBM” katanya.

Untuk merealisasikan pemutihan pajak kendaraan itu, ia telah memerintahkan Sekdaprov Jatim, Ahmad Sukardi untuk berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendapatan Jatim, Bobby Soemiarsono. Menindaklanjuti perintah gubernur, Bobby menyatakan telah siap mengawal dan menjalankan kebijakan.

Ia berharap program ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Pelaksanaan program ini persis dengan pemutihan sebelumnya, Samsat menghapus semua denda maupun bunga yang disebabkan keterlambatan membayar PKB.

Lewat program ini pemilik kendaraan yang belum membayar pajak hingga bertahun-tahun bisa diringankan. Pernilik tidak lagi dibebani denda karena terlambat membayar pajak. Namun pajak kendaraan tetap harus dibayar karena itu kewajiban yang melekat.
Program pemutihan pajak kendaraan bermotor tersebut, diperkuat dengan Peraturan Daerah Provinsi Jatirn No 9/2010 tentang Pajak Daerah, khususnya Pasal 66 ayat
I yakni Gubernur dapat memberikan keringanan, pembebasan dan intensif pajak.

Bukan Pertama
“Ini bukan pertama kalinya dilakukan di Jawa Timur. Tahun lalu, Gubernur Soekarwo juga merealisasikan kebijakan serupa dcngan menerbitkan Pergub Jatim No 42 Tahun 2013 tentang Insenstif dan Keringanan Pajak Daerah 2013" ujarnya.

Saat itu, pemutihan yang diperlakukan selama tiga bulan (17 Juni-47 September 2013) tidak hanya untuk roda dua tapi juga alat-alat berat, kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang rnempunyai piutang pajak. Dalam kebijakan pemutihan biasanya terdapat kebijakan pembebasan denda sanksi administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (P1KB) dan Bea Balik Nama (BBN).

Namun untuk pemutihan pajak kali ini, lajut dia, yang dibebaskan adalah sanksi administrasi kenaikan dan/atau bunga PKB untuk roda dua dan roda tiga. Selain itu, pembebasan pokok dan sanksi administrasi kenaikan dan atau bunga BBNKB atas penyerahan kedua dan seterusnya (BBN 11) untuk roda dua, roda tiga, dan plat kuning. Untuk roda empat milik pribadi, kata dia, tidak menerima kebijakan pemutihan ini karena yang terdampak kenaikan harga BBM lcbih ke roda dua, roda tiga dan angkutan umum plat kuning. “ini untuk mengurangi kerugian pengusaha angkutan. Memang tidak bisa memuaskan pemilik roda empat yang lama, mungkin selama ini mereka juga pakai pertamax,’’ kilahnya.

Dengan kebijakan penghapusan denda selama 3 bulan itu, pihaknya mengaku kehilangan potensi penerimaan sebesar Rp 25,8 miliar (untuk PKB) dan Rp 69,4 miliar (untuk BBN II). Totalnya ada Rp 95,2 miliar dan jumlah penunggak pajak ken daraan roda dua, tiga dan plat kuning yang saat ini diperkirakan mencapai 511 ribu kendaraan. 

Sedangkan, dengan kehijakan itu, Dipenda Jatim bisa menarik PKB sekitar Rp 100 miliar bagi mereka yang nunggak bayar pajak. Meski begitu, ujarnya, kebijakan itu tidak akan mengganggu target penerimaan PAL) sampai Desember 2014.
“Mungkin angka tersebut terus mengalami peningkatan jika memang kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang ingin melakukan pengurusan surat kendaraan’ katanya.

Saat ini, lanjut dia, penerimaan PAD dan sektor P1KB sudah mencapai 92,22 persen (setara Rp 3,8 triliun Iebih dan target Rp 4,150 triliun) dan 90,2 persen dan sektor BBN 11 (Rp3,6 triliun dan target Rp 4 triliun).“Estimasinya sampai akhir tahun, tercapai 101 persen untuk PKB dan BBN Il sebesar 100,2 persen’ katanya.
Sumber: POTENSI EDISI 48: DESEMBER 2014