PERTEMUAN RUTIN

PERTEMUAN DENGAN PEMBINA KABUPATEN KOTA

SOSIALISASI E-KTP

MEMBANTU MENYAMPAIKAN TENTANG E-KTP

SOSIALISASI POSYANDU

IBU-IBU MENGHADIRI ACARA POSYANDU

PEMBUATAN KUE

PRAKTEK PEMBUATAN KUE

PELATIHAN PEMBUATAN KUE

PENGARAHAN SEBELUM MEMBUAT KUE

Tuesday, April 26, 2016

PERAN ORANG TUA TERHADAP TAYANGAN NEGATIF TELVISI UNTUK ANAK

Orang tua pada jaman sekarang lebih suka melongo d depan TV dengan tayangan tayangan yang mereka sukai dan kebanyakan orang tua kurang
memiliki tanggungjawabnya untuk selalu mengawasi anaknya terhadap pengaruh tayangan TV terhadap sikap dan mental si buah hati.
Bahwa tanpa mereka sadari perkembangan anak sangat d pengaruhi hah hal apa yang mereka liat.
Jadi jangan tercengang kalo banyak kasus asusila,perkelahian yg d lakukan oleh anak anak yg masih di bawah umur dan bahkan d lakuakan oleh anak yg masih duduk d sekolah dasar.
Dwyer menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan – pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar TV walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat,
Dari sinilah begitu pentingnya peran orang tua untuk slalu mendampingi dan mengawasi si buah hati ketika si anak menonton televisi.
Orang tua harus jeli ttg acra acara televisi dan memilih acara acara televisi yg mendidik.
peran orangtua adalah mengontrol, memantau dan memberikan pengertian dan kelonggaran aturan, agar anak merasa tidak tertekan. jika seorang Ibu Rumahtangga, tentunya dapat menemani anak-anak nonton TV dan jika ternyata acaranya tidak pas untuk anaknya org tua bs mengganti cannel ke acara yg lebih mendidik.
Jika kita kaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.
Berbagai pengaruh yg d timbulkan dari seringnya menonton televisi
1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak.
2. Mendorong anak menjadi konsumtif
3. Mengurangi semangat belajar
4. Membentuk pola pikir sederhana kurang kritis
5. Mengurangi konsentrasi
6. Meningkatkan kemungkinan obesitas
7. Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
8. Matang secara seksual lebih cepat
Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1. Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya.
2. Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol.
3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
4. Tanyakan
Acara favorit mereka dan bantu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif
5. Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain agar anak bs terbangun jiwa sosialnya.
6. Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
7. Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai mengganti menonton TV.
Selain daripada itu ada hal lain yg perlu org tua tanamkan terhadap anak sejak usia dini. Bahwa TV bukanlah segala galanya sekedar hanya sebagai sarana informasi dan hiburan.
By.fajar.s

Sunday, April 24, 2016

STUDY BANDING DESA BANJARKEMANTREN SIDOARJO DI NGUNUT

Bukan merupakan jaminan apabila masyarakat yang berada di daerah perdesaan ketinggalan teknologi dan kemajuan dibanding yang hidup di perkotaan.Desa Ngunut kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo adalah salahsatu contohnya.Meskipun dari segi wilayah jauh dari pusat pemerintahan Propinsi jawa Timur,akan tetapi menjadi rujukan dari pemerintah Propinsi sebagai tempat menggali informasi dan pengetahuan tentang banyak hal.Salah satunya tentang administrasi.

Sejurus dengan hal tersebut,pada hari Ahad 24 April 2016 desa Ngunut kedatangan tamu dari Desa BANJARKEMANTREN Kecamatan BUDURAN Kabupaten sidoarjo.Rombongan yang terdiri dari Lurah dan seluruh perangkat desa,LKD,Karang Taruna dan BPD yang didampingi Bpk.Camat BUDURAN,tiba di halaman kantor kepala desa Ngunut sekitar jam 12 siang.Disambut oleh kepala desa Ngunut beserta jajaranya rombongan langsung menuju gedung Darussalam balai desa Ngunut untuk memulai acara dengan perkenalan.Yang dilanjutkan dengan ramahtamah serta pemaparan program pemerintah desa ngunut.

Untuk memudahkan komunikasi dan terfokusnya tujuan masing-masing,materi dibagi menjadi 2 kelompok.Yang pertama tentang administrasi,dipandu langsung oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku  pj Sekretaris Desa Ngunut bretempat di TELECENTER WAROK,sedangkan untuk lembaga desa bertempat di gedung Darussalam dengan dipandu oleh Bpk.Hari Sumarsono Se selaku Kepala Desa Ngunut.Suasana keakraban terjalin dan banyak informasi yang saling didapatkan.

"Dengan semua pelayanan yang sudah terintegrasi dengan sistem computer di desa Ngunut,menjadikan semua kebutuham masyarakat bisa terlayani dengan baik dan efisien".Demikian disampaikan Bapak Camat Buduran dalam sambutan perpisahanya.juga berpesan agar apa yang didapat dari study banding ini bisa diaplikasikan di desa BanjarKemantren.Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan keinginan untuk mendatangkan Bpk.Alwin Febrianto di Kecamatan Buduran untuk memberikan paparan kepada seluruh perangkat desa se kecamatan Buduran.





Thursday, April 21, 2016

PEMBENTUKAN KADER JUMANTIK DESA NGUNUT DAN BARENG

Wabah demam berdarah hampir setiap tahun terjadi di wilayah kita masing-masing.Lebih-lebih pada musim penghujan dan juga pernah terjadi juga pada musim kemarau,meskipun jumlah kejadianya tidak sebanyak pada musim penghujan.Bahkan ada beberapa daerah yang masuk dalam KLB (kejadian luar biasa) karena banyaknya pasien dan korban akibat bemam berdarah.Penularan penyakit DBD adalah melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus DENGUE.Yang penyakit tersebut belum ada imunisanya,dan paling fatal dapat menyebabkan kematian bagi yang terkena.

Untuk menanggulangi hal ini pemerintah memiliki beberapa kebijakan diantaranya:
a. Memerintahkan semua rumah sakit baik swasta maupun negeri untuk tidak menolak pasien yang menderita DBD.
b. Meminta direktur/direktur utama rumah sakit untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada penderita DBD sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku serta membebaskan seluruh biaya pengobatan dan perawatan penderita yang tidak mampu sesuai program PKPS-BBM/ program kartu sehat . (SK Menkes No. 143/Menkes/II/2004 tanggal 20 Februari 2004).
c. Melakukan fogging secara massal di daerah yang banyak terkena DBD.
d. Membagikan bubuk Abate secara gratis pada daerah-daerah yang banyak terkena DBD. Melakukan penggerakan masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M dan merekrut juru pemantau jentik (jumantik).
e. Penyebaran pamflet lewat udara tentang pentingnya melakukan gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
f. Menurunkan tim bantuan teknis untuk membantu RS di daerah , yang terdiri dari unsur-unsur :
? Ikatan Dokter Anak Indonesia
? Persatuan Dokter Ahli Penyakit Dalam Indonesia
? Asosiasi Rumah Sakit Daerah
g. Membantu propinsi yang mengalami KLB dengan dana masing-masing Rp. 500 juta, di luar bantuan gratis ke rumah sakit.
h. Mengundang konsultan WHO untuk memberikan pandangan, saran dan bantuan teknis.
i. Menyediakan ?call center?.
? DKI Jakarta, Pusadaldukes (021) 34835188 (24 jam)
? DEPKES, Sub Direktorat Surveilans (021) 4265974, (021) 42802669
? DEPKES, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) (021) 5265043
j. Melakukan Kajian Sero-Epidemiologis untuk mengetahui penyebaran virus dengue.

Bertempat di aula Darussalam balai Desa Ngunut,pada tanggal 20 April 2016,Puskesmas Sukosari melaksanakan sebagian dari programnya,yaitu pembentukan JUMANTIK (Juru Pemantau Jelantik) dengan melibatkan 2 desa yaitu Bareng dan Ngunut.Untuk desa Bareng dalam satu RT ada 3 orang yang bertugas sebagai JUMANTIK,sedangkan untuk desa Ngunut masing-masing RT ditunjuk satu orang sebagai petugas JUMANTIK.Dan disepakati untuk pelaporan hasil penelitianya akan dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada bidan desa,yang selanjutnya akan direkap di Puskesmas Sukosari oleh Ibu Nina Dwi Ristanti Amd.Keb.Untuk ditindaklanjuti ke dinas kesehatan apabila ada temuan.



Tuesday, April 19, 2016

KIM BATORO KATONG MAJU SELEKSI ADMINISTRASI LCCK DI SURABAYA

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan penguatan keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat
( KIM ) di Jawa Timur Dinas KOMINFO Jawa Timur melaksanakan kegiatan lomba LCCk. Lomba tersebut adalah merupakan agenda rutin yang diadakan KOMINFO Jawa Timur.Yang dalam pelaksanaanya akan dibagi menjadi 2 tahap, Yang pertama lomba diadakan di masing-masing Bakorwil guna menyeleksi peserta yang akan diajukan dalam lomba LCCK tingkat propinsi.

Hari ini, 19 April 2016 bertempat di aula kantor KOMINFO Propinsi Jawa Timur, diadakan tahap seleksi administrasi dari masing-masing utusan kabupaten yang akan mengikuti LCCK tingkat bakorwil. Untuk KIM BATORO KATONG pelaksanaan LCCK akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2016 yang bertempat di Kabupaten Bojonegoro.

KOMINFO Kabupaten Ponorogo, mengirimkan peserta KIM BATORO KATONG Desa Ngunut Kecamatan Babadan. Doakan sukses ya ...

                                          





Wednesday, April 13, 2016

BUPATI IPONG RATAKAN EKS LOKALISASI KEDUNG BANTENG

Setelah resmi ditutup oleh menteri sosial pada pertengahan tahun 2015 kemarin,ternyata masih ada saja pihak yang menyalahgunakan fasilitas yang ada di bekas lokalisasi Kedung Banteng.Bangunan yang masih berdiri sebagian ada yang digunakan untuk tempat karaoke dan ditengrai masih ada sindikat yang memperjualbelikan kenikmatan sesaat.Menurut informasi, meskipun sudah tidak seramai dulu,aktifitas di sana masih cukup tinggi.

Memang mengatasi suatu permasalahan tidak serta merta akan bisa teratasi semua dengan sekali jalan,akan tetapi membutuhkan penthapan."Kalau tahun kemarin secara resmi ditutup,hari ini dilakukan pembongkaran bangunanya",demikian disampaikan Bupati IPONG MUKHLISONI dalam sambutanya.Meskipun tidak dipungkiri masih ada protes yang disampaikan oleh pihak- pihak tertentu.Karena tahap pemberitahuan,dan peringatan kepada pihak yang merasa memiliki bangunan disampaikan,maka pada hari ini adalah tahap eksekusi.

Dipimpin langsung oleh bupati Ponorogo,dan dihadiri jajaran FORPIMDA Ponorogo,dan disaksikan oleh pengurus ormas islam Ponorogo pembongkaran seluruh bangunan di bekas lokalisasi Kedung Banteng dilaksanakan.Dengan mengerahkan 2 unit alat berat yang diperbantukan dari DKP PONOROGO,juga penjagaan dari jajaran Kepolisian juga TNI pembongkaran seluruh bangunan berjalan dengan lancar.


Bupati Ipong mengoperasikan sendiri eskafator


Saksi bisu dirobohkanya bangunan


Kabid DKP memantau anak buah


Alat berat dari DKP

Tuesday, March 15, 2016

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016

Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan sebagai bagian melaksanakan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu memperkuat pelaksanaan program imunisasi rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016.Dan khusus desa Ngunut terjadwal pada tanggal 15 Maret 2016 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh desa yang terbagi 4 wilayah.Untuk mepermudah dan efisiensi pelaksanaan PIN di jadwal bersamaan dengan POSYANDU.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Polio. Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut. Penyebaran penyakit ini melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam,nyeri otot dan kelumpuhan pada minggu pertama sakit. kemudian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernafasan
yang tidak ditangani segera.

Berdasarkan Analisa para ahli didapat data yang menunjukkan cakupan imunisasi Polio dosis ke empat nasional telah melebihi 90% namun tidak merata diseluruh provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan demikian para ahli merekomendasikan agar dilaksanakan PIN Polio dengan sasaran balita (anak usia 0-59 bulan) untuk memberikan perlindungan optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio.

Pelasanaan PIn di desa Ngunut dinyatakan sukses dengan tingkat kehadiran sasaran lebih dari 95%. Ny.Hani Sumarsono selaku ketua Tim Penggerak PKK desa Ngunut memantau secara langsung pelaksanaan Pin di masing - masing Pos POSYANDU.
Semoga dengan Pin 2016 tidak ada lagi waerga desa Ngunut khususnya yang terjangkit penyakit polio lagi.





Wednesday, March 9, 2016

Perdes Pertanggung Jawaban Tahun 2015

Setelah mengadakan Rapat Yang Dilaksanakan Hari Senin Tanggal 7 Maret 2016 Kemarin, Akhirnya Pemerintah Desa Ngunut Telah Menyelesaikan PERDES PertanggungJawaban 2015.
Berikut Lampiran Filenya..
Semoga bisa Bermanfaat Bagi Kita Semua..


Upload By : TC. Warok

Thursday, March 3, 2016

Peraturan Desa Ngunut Babadan Ponorogo Tahun 2015

Pemerintah Desa Ngunut Telah Menyelesaikan PERDES APBDes Tahun 2015, Perubahan APBDes Tahun 2015, Dan ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA
TAHUN ANGGARAN 2016.
Berikut Kami Lampiran Filenya.
Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Kita Semua.
1. PERDES APBDes 2015
  2.Perubahan APBDes 2015
3. PERDES APBdes 2016


Uploaded : TC. Warok

Tuesday, December 22, 2015

BANTUAN MESIN TANAM KELOMPOK TANI

        Sarana dan prasarana yang memadai adalah sesuatu yang wajib terpenuhi untuk mensukseskan suatu prgram.Untuk itu selaras dengan program pemerintah akan swasembada pangan,perlu adanya peningkatan dan pemenuhan akan kebutuhan tekhnologi pertanian yang  diperlukan oleh petani.Sebagai solusi akan munculnya permasalahan yang berkembang yang setiap saat selalu ada,perlu kiranya diciptakan peralatan pertanian dengan tekhnologi terkini yang mampu menjawab tantangan tersebut.Pada saat ini tenaga kerja pencocok tanam(tandur) sudah sangat terbatas,sudah saatnya penggunaan mesin tanam dipergunakan.
Pada hari Senin,tgl 21 Desember 2015,petani desa Ngunut melalui gabungan kelompok tani ''RUKUN SEJAHTERA ABADI" menerima bantuan dari pemerintah berupa mesin tanam.Dalam acara penyerahan bantuan ini  dihadiri oleh Ibu.Ratna Dwi Wahyuni selaku kepala UPTD Pertanian  Babadan,Bpk.Fayakun selaku DANRAMIL,Bpk.Mulyo Widodo selaku kepala BAPELUH,dan juga Kepala Desa Ngunut.Bersama - sama menyaksikan pengoperasian mesin tanam tersebut.Juga tidak ketinggalan bapak DANRAMIL Babadan juga nencoba mengoperasikan.
"Selain sebagai solusi akan sulitnya mencari tenaga kerja,mesin ini adalah juga merupakan jawaban akan program yang dicanangkan pemerintah berupa tanam serempak,yang diharapkan dalam setiap hamparan sawah penanaman dilaksanakan dengan bersama-sama agar mempermudah pemeliharaan dan penanggulangan hama yang mungkin menyerang" demikian disampaikan oleh kepala Bapeluh kecamatan Babadan.Juga disampaikan kepala UPTD pertanian setiap saat apabila petani membutuhkan bantuan,fihaknya akan selalu berusaha semaksimal mungkin agar bantuan tersebut bisa terealisasi.
Ucapan terimakasih untuk semua pihak yang membantu diperolehnya bantuan mesin tanam ini disampaikan Bpk.Hari Sumarsono,Se selaku kepala Desa Ngunut.Dengan harapan agar petani desa Ngunut khususnya bisa menggunakan dan merawat sebaik-baiknya mesin tersebut.Sehingga produktifitas petani akan lebih meningkat dan akan membantu program pemerintah akan swasembada pangan.


 







Wednesday, December 16, 2015

SONSONG MUSIM PENGHUJAN

          Memasuki pertengahan bulan Desember tahun ini,daerah Ponorogo khususnya desa Ngunut curah hujan sudah mulai tinggi.Pertanda musim penghujan akan segera tiba.Letak geografis desa yang merupakan hulu masuknya air sungai dari berbagai daerah ke aliran sungai bengawan Solo,
          Antisipasi datangnya musim penghujan,pemerintah desa Ngunut atas perintah kepala desa (Bpk.Hari sumarsono,Se) seluruh jajaran petugas lapangan yang meliputi Kamituwo dan Sambong di 4 wilayah desa diperintahkan untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti kebersihan saluran atau yang lazim disebut susuk wangan di semua saluran yang ada di wilayahnya masing -masing.Baik itu saluran pengairan sawah ataupun drainase di lingkungan.Hal tersebut dilakukan untuk melancarkan air menuju ke sawah petani dan juga mencegah banjir.
          Sesuai dengan program pemerintah yang akan menghidupkan lagi semangat gotong royong  yang pada akhir-akhir ini sudah mulai surut.Dengan gotong royong semua pekerjaan akan menjadi ringan dan tak kalah pentingnya adalah untuk memupuk rasa kebersamaan dan persatuan dan kesatuan bangsaAntusiasme warga juga sangat tinggi dalam kegiatan ini.Rata-rata di masing-masing wilayah ada puluhan warga yang ikut kerjabakti.Meskipun belum semua obyek dapat terselesaikan karena adanya bebrapa kendala,akan tetapi kegiatan ini secara umum bisa dinilai berhasil menjadikan daerah ini sering menjadi langganan penumpukan sampah dan banjir.Dan apabila musim kemarau air jatah gilir dari telaga Ngebel yang mestinya bisa digunakan untuk pengairan sawah petani sering tidak dapat,ataupun debitnya sangat kecil karena tersedot pengguna yang diatasnya.

    Susuk Wangan Kidul Mbeji
 
 Di Bawah komando Bapak Gatot Subroto.