PERTEMUAN RUTIN

PERTEMUAN DENGAN PEMBINA KABUPATEN KOTA

SOSIALISASI E-KTP

MEMBANTU MENYAMPAIKAN TENTANG E-KTP

SOSIALISASI POSYANDU

IBU-IBU MENGHADIRI ACARA POSYANDU

PEMBUATAN KUE

PRAKTEK PEMBUATAN KUE

PELATIHAN PEMBUATAN KUE

PENGARAHAN SEBELUM MEMBUAT KUE

Tuesday, April 11, 2017

Tinjauan Tim KIM Batoro Katong

7 hari pasca bencana longsor di Desa Banaran Pulung Ponorogo.Setelah terjadi Longsor Susulan pada tanggal 9 April Kemarin, Hari ini Tim KIM Batoro Katong Meninjau Lokasi bencana longsor.
Proses Evakuasi dihentikan dan semua alat berat beserta tim SAR sudah di tarik mundur. Sampai saat ini dilaporkan bahwa masih ada 24 korban yang belum ditemukan.Warga Korban longsor diminta untuk ikhlas.




 Mengenai Proses Relokasi untuk warga korban longsor, akan disiapkan sekitar 40 hunian. Karena longsor susulan mengenai beberapa rumah di sektor D dan
mengancam beberapa rumah di dusun Krajan desa Banaran. Sementara realisasi pembangunan relokasi hunian masih menunggu pemilihan tempat dari pemerintah desa.
Kemungkinan akan di relokasi di dusun Tangkil Desa Banaran.










Dari segala bentuk bantuan yang disalurkan sampai saat ini, tak ada yang kekurangan.
Akan tetapi warga korban longsor masih trauma. Sampai saat ini masih ada yang tidak berani melihat lokasi Longsor. Semoga Pemerintah segera mengambil tindakan dan untuk warga korban longsor selalu diberi kesabaran.

Post by : PugNasTok

Monday, January 16, 2017

SAFARI SUBUH BUPATI

Masyarakat yang agamis,adalah salah satu yang dicita-citakan dan diprogramkan pemerintah kabupaten Ponorogo dibawah kepemimpinan  Bupati Ipong Muhlisoni.Demi terwujudnya program tersebut salah satu agenda kegiatan yang sudah berjalan adalah SAFARI Sholat Subuh berjamaah berkelilimg di Masjid yang ada di Kabupaten Ponorogo.Dalam kesempatan ini bupati didampingi wakil bupati dan seluruh staf dan SKPD kabupaten Ponorogo,juga Camat dan kepala desa dilingkungan setempat.

Untuk kesempatan yang kedua yaitu pada tanggal 13 Januari 2017 masjid yang dikunjungi adalah salah satu masjid tewrtua yang ada di desa ngunut kecamatan Babadan yaitu masjid Al-Amin Selorejo.Masjid tersebut terletak di ujung jalan Syuhadak Ngunut 3,yang secera kebetulan berdekatan dengan kediaman KH.Ansor M. Rusydi selaku ketua MUI Kabupaten Ponorogo.suasana khidmat terasa saat sholat berjamaah dilaksanakan yang diimami langsung oleh KH.Ansor M.Rusydi.Setelah selesai dilaksanakan sholat acara dilanjutkan sarasehan di serambi masjid"Selain masjid, di
lingkungan masjid juga berdiri MI Al-Islamiyah dan TK MUslimat yang pengeloaanya dilaksanakan bersama jamaah masjid",demikian disampaikan Agus Wibowo selaku ketua takmir dalam kata sambutanya.

Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan beberapa program yang sudah dan akan dilaksanakan pemerintah kabupaten POnorogo pada tahun 2017 ini.Pada saat ini program pembangunan jalan sudah berjalan,meskipun masih belum dapat menjangkau seluruh jalan yang ada di kabupaten.Khusus untuk jalan raya yang berlobang,apabila ada pengaduan kepada bupati baik melalui SMS ataupun WA bupati langsung memerintahkan dinas terkait untuk menambalnya,khususnya bagi lobang yang belum parah.Juga disampaikan bahwa mulai tahun ini kegiatan Posyandu akan ditambah biaya operasionalnya sebesar Rp.500.000/bulan.Dalam tausiahnya KH.Ansor M.Rusydi memaparkan besarnya pahala melaksanakan sholat subuh secara berjamaah sesuai dengan dalil-dalil yang ada pada AlQu'an dan Hadist.Juga disampaikan sejarah singkat tentang Masjid Al-Amin dan para kyai yang pernah memimpin masjid dari awal didirikan sampai saat ini.Acara ditutup dengan doa.









TOLAK BALAK DUSUN NGUNUT 3

Warga gelar Istighotsah dan tausiah.Ini tidak lepas dari terjadinya rangkaian beberapa musibah yang akhir-akhir ini menimpa warga,khususnya warga Ngunut 3.Warga berdo'a untuk memohon keselamatan dan dijauhkan dari segala musibah.

Bertempat di Masjid Al-Amin Selorejo ratusan warga berkumpul di masjid,rangkaian acara dimulai dengan Sholat dzuha dan sholat Taubat berjamaah,dilanjutkan dengan Istighotsah dan tausiah.Dipimpin oleh KH.Ansor M.Rusydi kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB.Seluruh jamaah tampak khusuk dan antusias melaksanakan seluruh rangkaian acara,bahkan tidak sedikit yang harus rela bertempat di halaman masjid.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh KH.Sugeng alwakhid disinggung betapa pentingnya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi dan menerima ujianNya.Sehingga semua nikmat dan ujian yang kita terima bisa kita hadapi dengan ikhlas."acara yang dilaksanakan hari ini adalah merupakan kegiatan awal yang InsyaAllah akan dijadikan agenda rutin dalam setiap tahu nya" ,demikian disampaikan Mukhlison Aris selaku ketua panitia.

Acara diakhiri dengan pembacaan do'a yang secara bergantian dipimpin oleh para kyai yang ada di masjid dan Mushola wilayah Ngunut 3.Tak lupa pula sebagai implementasi ASSODAQOTU DAF'IL BALA' warga membawa ambeng dan tumpeng yang kemudian dinikmati bersama seluruh warga yang hadir.







Wednesday, December 7, 2016

STUDY BANDING DARI CILACAP DI DESA NGUNUT

Untuk kesekian kalinya Desa Ngunut mendapat kunjungan Study Banding dari daerah atau pemerintah kabupaten lain yang akan meliahat lebih dekat tentang apa yang selama ini didengar tentang kemajuan administrasi yang sudah berbasis komputer di desa Ngunut.
Hari ini tanggal 7 Desember 2016 rombongan dari DPPKAD  bagian Pemerintahan dan Kantor Pertanahan beserta perwakilan dari kecamatan dan desa kabupaten Cilacap.

Diterima oleh bapak Siswondo,SH.MH selaku Plt.Kepala BAPEMAS PEMDES Kabupaten Ponorogo,didampingi beberapa staf kecamatan Babadan dan kepala desa Ngunut rombongan dipersilahkan memasuki ruangan unutk acara perkenalan.Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa "kemajuan dan capaian yang hari ini dirasakan adalah karena faktor pengalaman dan tuntutan pekerjaan administrasi layanan yang dibutuhkan masyarakat" demikian disampaikan Hari Sumarsono,Se selaku kepala desa Ngunut.Juga disampaikan oleh M.Wijaya, KABAG PERTANAHAN Kabupaten Cilacap selaku kepala rombongan bahwa kedatangan rombongan adalah untuk menambah wawasan tentang pemerintahan khususnya tentang administrasi pertanahan.

Selanjutnya setelah acara perkenalan dilanjutkan pemaparan tentang administrasi desa oleh Alwin Febrianto selaku Pj Sekdes Ngunut di ruang TELECENTER WAROK.
Untuk pelayanan yang cepat dan efisien untuk masyarakat sistem komputerisasi memang menjadi satu tuntutan yang wajib dimiliki oleh pemerintahan,khususnya desa.Sistem administrasi pertanahan merupakan hal yang juga menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa karena banyaknya kasus tanah yang ada di masyarakat yang bahkan ada yang terjadi perselisihan dan permusuhan antar tetangga ataupun saudara.Untuk meminimalisir kejadian tersebut sangat diperlukan kecermatan dan kecepatan pelayanan,yaitu dengan sistem aplikasi komputer.


Acara Perkenalan Dari Rombongan Study Banding



Pemaparan Yang Disampaikan Oleh Alwin Febrianto selaku Pj. Sekretaris Desa Ngunut


Upload by : Op. TC Warok

Tuesday, April 26, 2016

PERAN ORANG TUA TERHADAP TAYANGAN NEGATIF TELVISI UNTUK ANAK

Orang tua pada jaman sekarang lebih suka melongo d depan TV dengan tayangan tayangan yang mereka sukai dan kebanyakan orang tua kurang
memiliki tanggungjawabnya untuk selalu mengawasi anaknya terhadap pengaruh tayangan TV terhadap sikap dan mental si buah hati.
Bahwa tanpa mereka sadari perkembangan anak sangat d pengaruhi hah hal apa yang mereka liat.
Jadi jangan tercengang kalo banyak kasus asusila,perkelahian yg d lakukan oleh anak anak yg masih di bawah umur dan bahkan d lakuakan oleh anak yg masih duduk d sekolah dasar.
Dwyer menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan – pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar TV walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat,
Dari sinilah begitu pentingnya peran orang tua untuk slalu mendampingi dan mengawasi si buah hati ketika si anak menonton televisi.
Orang tua harus jeli ttg acra acara televisi dan memilih acara acara televisi yg mendidik.
peran orangtua adalah mengontrol, memantau dan memberikan pengertian dan kelonggaran aturan, agar anak merasa tidak tertekan. jika seorang Ibu Rumahtangga, tentunya dapat menemani anak-anak nonton TV dan jika ternyata acaranya tidak pas untuk anaknya org tua bs mengganti cannel ke acara yg lebih mendidik.
Jika kita kaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.
Berbagai pengaruh yg d timbulkan dari seringnya menonton televisi
1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak.
2. Mendorong anak menjadi konsumtif
3. Mengurangi semangat belajar
4. Membentuk pola pikir sederhana kurang kritis
5. Mengurangi konsentrasi
6. Meningkatkan kemungkinan obesitas
7. Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
8. Matang secara seksual lebih cepat
Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1. Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya.
2. Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol.
3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
4. Tanyakan
Acara favorit mereka dan bantu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif
5. Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain agar anak bs terbangun jiwa sosialnya.
6. Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
7. Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai mengganti menonton TV.
Selain daripada itu ada hal lain yg perlu org tua tanamkan terhadap anak sejak usia dini. Bahwa TV bukanlah segala galanya sekedar hanya sebagai sarana informasi dan hiburan.
By.fajar.s

Sunday, April 24, 2016

STUDY BANDING DESA BANJARKEMANTREN SIDOARJO DI NGUNUT

Bukan merupakan jaminan apabila masyarakat yang berada di daerah perdesaan ketinggalan teknologi dan kemajuan dibanding yang hidup di perkotaan.Desa Ngunut kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo adalah salahsatu contohnya.Meskipun dari segi wilayah jauh dari pusat pemerintahan Propinsi jawa Timur,akan tetapi menjadi rujukan dari pemerintah Propinsi sebagai tempat menggali informasi dan pengetahuan tentang banyak hal.Salah satunya tentang administrasi.

Sejurus dengan hal tersebut,pada hari Ahad 24 April 2016 desa Ngunut kedatangan tamu dari Desa BANJARKEMANTREN Kecamatan BUDURAN Kabupaten sidoarjo.Rombongan yang terdiri dari Lurah dan seluruh perangkat desa,LKD,Karang Taruna dan BPD yang didampingi Bpk.Camat BUDURAN,tiba di halaman kantor kepala desa Ngunut sekitar jam 12 siang.Disambut oleh kepala desa Ngunut beserta jajaranya rombongan langsung menuju gedung Darussalam balai desa Ngunut untuk memulai acara dengan perkenalan.Yang dilanjutkan dengan ramahtamah serta pemaparan program pemerintah desa ngunut.

Untuk memudahkan komunikasi dan terfokusnya tujuan masing-masing,materi dibagi menjadi 2 kelompok.Yang pertama tentang administrasi,dipandu langsung oleh Bpk.Alwin Febrianto selaku  pj Sekretaris Desa Ngunut bretempat di TELECENTER WAROK,sedangkan untuk lembaga desa bertempat di gedung Darussalam dengan dipandu oleh Bpk.Hari Sumarsono Se selaku Kepala Desa Ngunut.Suasana keakraban terjalin dan banyak informasi yang saling didapatkan.

"Dengan semua pelayanan yang sudah terintegrasi dengan sistem computer di desa Ngunut,menjadikan semua kebutuham masyarakat bisa terlayani dengan baik dan efisien".Demikian disampaikan Bapak Camat Buduran dalam sambutan perpisahanya.juga berpesan agar apa yang didapat dari study banding ini bisa diaplikasikan di desa BanjarKemantren.Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan keinginan untuk mendatangkan Bpk.Alwin Febrianto di Kecamatan Buduran untuk memberikan paparan kepada seluruh perangkat desa se kecamatan Buduran.





Thursday, April 21, 2016

PEMBENTUKAN KADER JUMANTIK DESA NGUNUT DAN BARENG

Wabah demam berdarah hampir setiap tahun terjadi di wilayah kita masing-masing.Lebih-lebih pada musim penghujan dan juga pernah terjadi juga pada musim kemarau,meskipun jumlah kejadianya tidak sebanyak pada musim penghujan.Bahkan ada beberapa daerah yang masuk dalam KLB (kejadian luar biasa) karena banyaknya pasien dan korban akibat bemam berdarah.Penularan penyakit DBD adalah melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus DENGUE.Yang penyakit tersebut belum ada imunisanya,dan paling fatal dapat menyebabkan kematian bagi yang terkena.

Untuk menanggulangi hal ini pemerintah memiliki beberapa kebijakan diantaranya:
a. Memerintahkan semua rumah sakit baik swasta maupun negeri untuk tidak menolak pasien yang menderita DBD.
b. Meminta direktur/direktur utama rumah sakit untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada penderita DBD sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku serta membebaskan seluruh biaya pengobatan dan perawatan penderita yang tidak mampu sesuai program PKPS-BBM/ program kartu sehat . (SK Menkes No. 143/Menkes/II/2004 tanggal 20 Februari 2004).
c. Melakukan fogging secara massal di daerah yang banyak terkena DBD.
d. Membagikan bubuk Abate secara gratis pada daerah-daerah yang banyak terkena DBD. Melakukan penggerakan masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M dan merekrut juru pemantau jentik (jumantik).
e. Penyebaran pamflet lewat udara tentang pentingnya melakukan gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
f. Menurunkan tim bantuan teknis untuk membantu RS di daerah , yang terdiri dari unsur-unsur :
? Ikatan Dokter Anak Indonesia
? Persatuan Dokter Ahli Penyakit Dalam Indonesia
? Asosiasi Rumah Sakit Daerah
g. Membantu propinsi yang mengalami KLB dengan dana masing-masing Rp. 500 juta, di luar bantuan gratis ke rumah sakit.
h. Mengundang konsultan WHO untuk memberikan pandangan, saran dan bantuan teknis.
i. Menyediakan ?call center?.
? DKI Jakarta, Pusadaldukes (021) 34835188 (24 jam)
? DEPKES, Sub Direktorat Surveilans (021) 4265974, (021) 42802669
? DEPKES, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) (021) 5265043
j. Melakukan Kajian Sero-Epidemiologis untuk mengetahui penyebaran virus dengue.

Bertempat di aula Darussalam balai Desa Ngunut,pada tanggal 20 April 2016,Puskesmas Sukosari melaksanakan sebagian dari programnya,yaitu pembentukan JUMANTIK (Juru Pemantau Jelantik) dengan melibatkan 2 desa yaitu Bareng dan Ngunut.Untuk desa Bareng dalam satu RT ada 3 orang yang bertugas sebagai JUMANTIK,sedangkan untuk desa Ngunut masing-masing RT ditunjuk satu orang sebagai petugas JUMANTIK.Dan disepakati untuk pelaporan hasil penelitianya akan dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada bidan desa,yang selanjutnya akan direkap di Puskesmas Sukosari oleh Ibu Nina Dwi Ristanti Amd.Keb.Untuk ditindaklanjuti ke dinas kesehatan apabila ada temuan.



Tuesday, April 19, 2016

KIM BATORO KATONG MAJU SELEKSI ADMINISTRASI LCCK DI SURABAYA

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan penguatan keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat
( KIM ) di Jawa Timur Dinas KOMINFO Jawa Timur melaksanakan kegiatan lomba LCCk. Lomba tersebut adalah merupakan agenda rutin yang diadakan KOMINFO Jawa Timur.Yang dalam pelaksanaanya akan dibagi menjadi 2 tahap, Yang pertama lomba diadakan di masing-masing Bakorwil guna menyeleksi peserta yang akan diajukan dalam lomba LCCK tingkat propinsi.

Hari ini, 19 April 2016 bertempat di aula kantor KOMINFO Propinsi Jawa Timur, diadakan tahap seleksi administrasi dari masing-masing utusan kabupaten yang akan mengikuti LCCK tingkat bakorwil. Untuk KIM BATORO KATONG pelaksanaan LCCK akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2016 yang bertempat di Kabupaten Bojonegoro.

KOMINFO Kabupaten Ponorogo, mengirimkan peserta KIM BATORO KATONG Desa Ngunut Kecamatan Babadan. Doakan sukses ya ...

                                          





Wednesday, April 13, 2016

BUPATI IPONG RATAKAN EKS LOKALISASI KEDUNG BANTENG

Setelah resmi ditutup oleh menteri sosial pada pertengahan tahun 2015 kemarin,ternyata masih ada saja pihak yang menyalahgunakan fasilitas yang ada di bekas lokalisasi Kedung Banteng.Bangunan yang masih berdiri sebagian ada yang digunakan untuk tempat karaoke dan ditengrai masih ada sindikat yang memperjualbelikan kenikmatan sesaat.Menurut informasi, meskipun sudah tidak seramai dulu,aktifitas di sana masih cukup tinggi.

Memang mengatasi suatu permasalahan tidak serta merta akan bisa teratasi semua dengan sekali jalan,akan tetapi membutuhkan penthapan."Kalau tahun kemarin secara resmi ditutup,hari ini dilakukan pembongkaran bangunanya",demikian disampaikan Bupati IPONG MUKHLISONI dalam sambutanya.Meskipun tidak dipungkiri masih ada protes yang disampaikan oleh pihak- pihak tertentu.Karena tahap pemberitahuan,dan peringatan kepada pihak yang merasa memiliki bangunan disampaikan,maka pada hari ini adalah tahap eksekusi.

Dipimpin langsung oleh bupati Ponorogo,dan dihadiri jajaran FORPIMDA Ponorogo,dan disaksikan oleh pengurus ormas islam Ponorogo pembongkaran seluruh bangunan di bekas lokalisasi Kedung Banteng dilaksanakan.Dengan mengerahkan 2 unit alat berat yang diperbantukan dari DKP PONOROGO,juga penjagaan dari jajaran Kepolisian juga TNI pembongkaran seluruh bangunan berjalan dengan lancar.


Bupati Ipong mengoperasikan sendiri eskafator


Saksi bisu dirobohkanya bangunan


Kabid DKP memantau anak buah


Alat berat dari DKP

Tuesday, March 15, 2016

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016

Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan sebagai bagian melaksanakan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu memperkuat pelaksanaan program imunisasi rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016.Dan khusus desa Ngunut terjadwal pada tanggal 15 Maret 2016 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh desa yang terbagi 4 wilayah.Untuk mepermudah dan efisiensi pelaksanaan PIN di jadwal bersamaan dengan POSYANDU.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Polio. Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut. Penyebaran penyakit ini melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam,nyeri otot dan kelumpuhan pada minggu pertama sakit. kemudian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernafasan
yang tidak ditangani segera.

Berdasarkan Analisa para ahli didapat data yang menunjukkan cakupan imunisasi Polio dosis ke empat nasional telah melebihi 90% namun tidak merata diseluruh provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan demikian para ahli merekomendasikan agar dilaksanakan PIN Polio dengan sasaran balita (anak usia 0-59 bulan) untuk memberikan perlindungan optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio.

Pelasanaan PIn di desa Ngunut dinyatakan sukses dengan tingkat kehadiran sasaran lebih dari 95%. Ny.Hani Sumarsono selaku ketua Tim Penggerak PKK desa Ngunut memantau secara langsung pelaksanaan Pin di masing - masing Pos POSYANDU.
Semoga dengan Pin 2016 tidak ada lagi waerga desa Ngunut khususnya yang terjangkit penyakit polio lagi.